Variabel dan Tipe Data VB

Variabel merupakan tempat penampungan data selama program sedang berjalan. Misalnya data nama barang, data harga barang, atau data tanggal penjualan. Data tersebut perlu disimpan dalam sebuah variabel, yang sesuai dengan jenis datanya.

Sebenarnya, VB tidak semata-mata hanya membuat tampilan, mengubah properti dari control, dan mencegat event-event. Lebih dari itu, VB merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai berbagai jenis tipe data serta operasi-operasinya.

Tipe Jangkauan
Integer -32.768 s/d 32.768
Long -2.147.483.648 s/d 2.147.483.648
Single -3.403823 e38 s/d -1.401298 e-45

1.401298 e-45 s/d 3.403823 e38 ( positif)

Double 4,9406564584127 e324 s / d 1.797,9313486232 e308 ( positif )
Currency 922.337,203,685,477.5807 s/d 922.337,203,685,477.5808
String 0 s/d 65.500 karakter ( win31)

0 s/d 232 Karakter ( Win95/NT)

Boolean True atau False
Date 1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999
Object Referensi Obyek
Byte 0 s/d 255
Variant Null, Error, numeric dengan tipe double,karakter teks,obyek atau array

Kita tidak bisa menyamakan antara variabel untuk menampung tanggal, dan variabel untuk menampung nama barang. Operasi antara kedua jenis variabel tersebut berbeda. Sintaks untuk menugaskan sebuah variabel, agar dapat menampung data yang sesuai adalah:

Dim Namavariabel  as jenisVariabel

Misalnya untuk mendeklarasikan sebuah variabel agar dapat menampung angka yang dengan jenis Integer, perintahnya adalah:

Dim Nilai as Integer

‘untuk memberi nilai  dapat diberikan perintah:

Nilai  =54

B. Variabel Global vs Variabel Lokal

Tidak semua variabel sama. Bukan hanya masalah jenis yang berbeda, tapi ruang lingkup variabel juga bisa berbeda. Ada variabel yang selalu tersedia selama program dijalankan, tapi ada juga variabel yang baru dibuat saat subrutin (Click misalnya) dijalankan , dan dibuang begitu keluar dari subrutin tersebut.

Variabel yang dapat dipakai selama program berjalan disebut dengan variabel global.

Sedangkan variabel yang baru dibuat saat suatu subrutin, atau modul dijalankan disebut variabel lokal.

Variabel yang bersifat global dideklarasikan dengan menggunakan kata Public. Contoh:

Public Referensi as Long

Variabel Referensi ini akan dikenali oleh seluruh program (form dan subrutin yang ada dalam program tersebut). Nilai dari variabel tersebut dapat diubah, dan dibaca pada bagian manapun di dalam program.

Untuk variabel lokal, dideklarasikan di dalam sebuah subrutin atau modul, dengan menggunakan kata Private atau Dim.

Contoh:

Private Sub cmdCancei_CHck() . Dim NIK As String

Dim Gdpok As. Double, Bonus As Double

End Sub

Variabel NIK, Gapok, dan Bonus hanya dikenali pada sub cmdCancel_Click. Variabel ini tidak dapat dibaca, atau diubah niiainya oleh subrutin lain.

B. Option Explicit

Bila terjadi kesalahan dalam penulisan variable, maka kita bisa mengatur program sehingga bisa menelusuri kesalahan itu. Dengan menggunakan Option Explicit

Contoh

General                              Declaration

Option Explicit

Private Sub Command1_Click()

Dim coba As String

Dim cba As String

cba = “ini Percobaan ”

Print cba

End Sub

C. Tipe Data Angka

Dalam banyak situasi di kehidupan, kita selalu menemui angka. Pukul 03:00, Rp. 15.000, 12 potong, 350 watt, 1.2 nanometer, dan banyak lagi. Angka pada VB tidak hanya sekedar angka. VB membedakan angka menjadi tiga grup, yaitu Bilangan Bulat (Integer), Floating point, dan Currency.

– Bilangan bulat, sesuai dengan namanya, hanya dapat menyimpan angka yang tidak mengandung desimal (pecahan). VB membagi bilangan bulat ini menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Tipe data integer. Tipe data ini dapat menampung angka dengan jangkauan –
    32.768 sampai dengan 32.767. Variabel ini dikenal dengan nama bilangan bulat
    16 bit. Sejak VB memulai debutnya pada platform Windows 32 bit, popularitas tipe data ini digeser oleh tipe data long.
  • Tipe data long. Tipe data long, mempunyai jangkauan -2.147.483.648 sampai
    dengan 2.147.483.647, dan dikenal sebagai bilangan bulat 32 bit.
  • Tipe data byte. Tipe data dengan ukuran terkecil, yaitu 8 bit. Jangkauannya dari 0 sampai dengan 255. Anda dapat menggunakan tipe data byte ini untuk suatu nilai yang memang Anda yakin tidak akan lebih dari 255 (seperti nilai test, ukuran sepatu, tinggi badan).
  • Tipe data boolean. Variabel boolean adalah variabel yang unik. Dapat termasuk
    sebagai tipe data bilangan bulat, karena dapat diisi dengan angka 0 dan -1.
    Angka 0 berarti false dan -1 berarti true. Menggunakan variabel boolean
    (dengan nilai true dan false) akan mempermudah pembacaan program.

– Floating Point adalah tipe data yang dapat menyimpan angka dengan pecahan. VB membedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Tipe data single. Tipe data ini, dapat menampung angka negatif dengan
    jangkauan -3.402823E38 hingga -1.401298E-45, dan angka positif dengan
    jangkauan 1.401298E-45 hingga 3.402823E38. Huruf E menunjukkan 10
    pangkat, misalnya pada -3.402823E38 berarti -3.402823 x 1038. Tipe data ini
    membutuhkan 4 byte memori, dan merupakan tipe floating point yang paling
    sederhana (dan paling tidak presisi).
  • Tipe data double. Daya tampung tipe data double adalah –

1.79769313486232E308 hingga -4.94065645841247E-324 untuk bilangan negatif, dan 4.9406564581247E-324 sampai 1.79769313486232E308 untuk bilangan positif. Kenyataan yang sebenarnya, operasi terhadap tipe data single tidak secepat tipe data double ini.

  • Tipe data decimal, merupakan tipe data dengan presisi yang lebih tinggi
    dibandingkan tipe data double, namun punya jangkauan yang lebih kecil.
    Jangkauannya adalah ?79.228.162.514.264.337.593.543.950.335 atau
    ‘7.9228162514264337593543950335 (dengan 28 angka di belakang koma).
  • Tipe data decimal ini adalah satu-satunya tipe data yang tidak dapat Anda
    deklarasikan dengan cara deklarasi biasa, seperti dim … as …, untuk
    mendeklarasikan tipe data decimal ini dengan menggunakan fungsi konversi
    CDec:

Dim v As Variant

V= CDec(Text.Text)

Tipe data currency adalah tipe data khusus untuk menyimpan bilangan decimal dalam format fixed-point. Tidak seperti floating point (single atau double), tipe data currency selalu terdiri dari 4 angka desimal, dengan jangkauan -922.337.203.685.477,5808, hingga 922.337.203.685.477,5807. Menggunakan operasi dengan tipe data currency ini, lima kali lebih lambat dibandingkan mengoperasikan bilangan dengan tipe data double.

D. Tipe Data String

String didefinisikan sebagai kumpulan karakter. Karakter dapat berupa huruf, angka, atau bahkan tanda baca. Misalnya: “dr. Andi”, “Jalan Nakula Raya 1 No. 70”, “111111”.

Visual Basic mengenal dua jenis string, yaitu variable-length dan fixed-length. Untuk mendeklarasikan variabel string variable-length, dengan menggunakan perintah:

Dim namavariabel as String

Sedangkan untuk variabel string fixed-length, pendeklarasiannya:

Dim namavariabel as String * panjang

Jika Anda adalah seorang programmer yang mementingkan kecepatan, Anda sebaiknya menggunakan variabel string variable-length. Dibandingkan dengan fixed-length, pemrosesan untuk variable-length lebih cepat. Hal ini disebabkan karena fungsi-fungsi string di dalam VB, dirancang untuk variabel string yang berjenis variable-length.

Memberi nilai string pada suatu variabel, dapat dilakukan dengan menambahkan tanda kutip ganda di awal, dan di akhir suatu string. Misalnya:

Dim nama as String nama = “dr. Andi”

D. Tipe Data Date

Pada VB, tanggal dan jam disimpan dalam sebuah variabel numerik yang berjenis floating point sebesar 8 byte. Nilai pada variabel tersebut sebenarnya berupa jumlah hari sejak tanggal 30 Desember 1899. Misalnya tanggal saat ini adalah 15 Oktober 2005, jam 15:00, maka variabel tersebut akan bernilai 38.640, 625. Artinya sejak tanggal 30 Desember 1899 hingga saat ini, ada 38.640 hari, dan 0.625 nienunjukkan bahwa hari itu telah dilewati 625/1000 bagian (15 jam dari 24 jam). Namun Anda tidak perlu tahu bagaimana mekanisme konversi yang terjadi, VB telah menanganinya dengan sempurna.

Karena tanggal dan jam pada VB sebenarnya adalah variabel numerik, maka Anda dapat dengan mudah memberikan operasi aritmatika (seperti penambahan dan pengurangan) terhadap suatu tanggal. Misalnya jika Anda ingin mendapatkan tanggal besok, Anda dapat memberikan perintah:

DIM TglBesok As Date

TglBesok = date()+1

Date adalah fungsi yang mengembalikan tanggal sesuai dengan tanggal yang ada pada sistem. Sedangkan penambahan 1, berarti 1 hari ke depan.

Jika Anda mengonversi suatu tipe data numerik ke dalam tipe data date, maka VB akan mengambil angka yang bulat sebagai tanggal dan angka desimal (angka di belakang koma) sebagai waktu. Perhatikan kode di bawah ini:

Dim numerik As Double

Dim tanggal As Date

numerik = 3005 / 12.6

tanggal  = numerik

Print numerik      ‘  menghasilkan 238.492063492063

Print tanggal       ‘ menghasilkan 8/25/1900 11:48:34 AH

Dari hasil di atas, nampak bahwa 238 hari sejak 30 Desember 1899 adalah 25 Agustus 1900, sedangkan pecahan 0,492063492063 menunjukkan bagian hari itu yang telah dilewati, atau sekitar pukul 11:48:34.

Walaupun variabel date merupakan variabel numerik, namun bukan berarti untuk memberi nilai ke variabel date harus menggunakan angka (dan pasti amat menyulitkan untuk sekedar memberi nilai tanggal 15 Oktober 2005, dengan menggunakan 38.640). VB menyediakan cara untuk menuliskan secara langsung tanggal untuk memberi nilai suatu variabel date, yaitu dengan menggunakan tanda #.

Contoh Memberi Nilai suatu Variabel date :

Dim tgl As Date

tgl = #10/13/2005#                        ‘tanggal 13 Oktober 2005

tgl  = #1 Oct 2005#                       ‘ tanggal 1 Oktober 2005

tgl = #Sept 25 2005#                    ‘ tanggal 25 September 2005

tgl = #2 8 2005#                             ‘ tanggal 8 Februari 2005

Namun, jika Anda menggunakan cara ini, akan terjadi ambigu untuk contoh terakhir. Untuk setting regional Amerika, tgl =#2 8 2005# berarti 8 Februari 2005, sedangkan untuk setting regional Indonesia, tgl = #2 8 2005# berarti 2 Agustus 2005. Untungnya, VB menyediakan fungsi yang konsisten dalam memberi nilai untuk suatu variabel tanggal, yaitu DateSerial. Format penulisan DateSerial adalah:

Tanggal  = DateSerial (tahun, bulan, hari)

Dengan menggunakan fungsi DateSerial, Anda dapat memastikan bahwa parameter pertama adalah tahun, kedua bulan, dan yang ketiga adalah hari.

D. Tipe Data Array

Array adalah sekumpulan data yang dalam urutan tertentu. Misalnya, kumpulan hari dan nama bulan, kumpulan alamat rumah, dan sebagainya.

NamasSiswa { Udin, Salma, Karomah, Jaksen, Edo, Gunadi }

NamaHari { Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu }

Array pada VB dapat dibuat secara statis maupun dinamis. Untuk array yang statis, Anda harus mendeklarasikan terlebih dulu berapa banyak elemen data yang dapat disimpan. dalam array tersebut. Untuk membuat array statis, Anda dapat menggunakan perintah DIM.

Dim NamaSiswa(6)  AS String

Indeks dari array tersebut, dimulai dari angka 0, sehingga array NamaHari dapat menampung 6 buat elemen data. Dalam kenyataannya, array yang berjenis statis ini tidak fleksibel. Misalnya ketika nama-nama presiden yang harus disimpan lebih dari 11 nama, maka array NamaHari menjadi tidak cukup.

Untuk itulah diperlukan array jenis kedua, yaitu array dinamis yang dapat diubah-ubah ukurannya. Membuat array dinamis, diperlukan dua langkah deklarasi sebelum array tersebut dapat benar-benar dipakai. Pertama, dideklarasikan dengan diakhiri kurung buka dan kurung tutup. Lalu dengan perintah ReDim, ditentukan berapa banyak data yang dapat disimpan. Contoh:

Dim NamaSiswa()  AS String

……..

Sub Main()

‘mcngatur ukuran array

ReDim NamaSiswa(6) AS String

…..

End Sub

VB, mengasumsikan bahwa indeks awal dari suatu array adalah 0. Tapi Anda dapat mcngatur indeks terbawah dari array ini pada saat deklarasi. Misalnya untuk mengatur agar indeks dari array NamaPresiden dimulai dari 1 hingga 7, maka perintah yang digunakan:

ReDim NamaSiswa( l  To  6) AS String

Sayangnya, jika Anda melakukan perintah ReDim ketika array telah berisi data, maka data tersebut akan menjadi hilang (karena array dikosongkan). Agar data lidak menjadi hilang, Anda dapat menggunakan perintah ReDim Preserve. Misalnya:

ReDim Preserve NamaSiswa (100) AS String

Penggunaan perintah ReDim Preserve ini hanya dapat mengubah batas atasnya saja. Sedangkan batas bawah tidak dapat diubah. Jika perubahan batas atas lebih kecil dari aslinya, maka data yang ada pada batas atas sebelumnya akan dihapus. Untuk mendapatkan batas atas dan batas bawah suatu array, Anda dapat menggunakan perintah LBound dan. UBound. Misalnya:

menghasilkan 4 menghasilkan 30

Dim NamaSiswa(4 TO 30) AS String

PRINT Lbound(NamaSiswa)

PRINT UBound(NamaSiswa)

Jenis tipe data variant pada VB, dapat digunakan untuk menyimpan data dalam bentuk array. Contohnya:

Dim BilPrima As Variant

BilPrima = Array(2, 3,5, 7, 11. 13, 17, 19)

Print LBound(BilPrima)      ‘menghasilkan 0

Print UBound(BilPrima)      ‘menghasilkan 7

Anda juga dapat mengopi isi array ke array yang lain, semudah melakukannya pada variabel biasa.

Dim BilPrima As Variant

Dim x As Variant

BilPrima = Array{2, 3, 5, 7,  11, 13, 17, 19)

x = BilPrima          ‘ x menjadi  variabel  array

Print (x(2))            ‘ menghasilkan  5

D. Perintah Pengambilan Keputusan

Dalam penyusunan sebuah prorgam komputer, tidak dapat dilepaskan dari pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan suatu kondisi. Misalnya keputusan untuk memberi potongan harga sebesar 10%, didasarkan pada kondisi total pembelian lebih dari 100 ribu. Keputusan untuk memberi bonus berupa ballpoint, didasarkan pada total pembelian di atas 200 ribu, dan sebagainya!

Pada VB, konsep pengambilan keputusan ini dilakukan dengan menggunakan perintah IF-THEN, dan SELECT CASE.

  1. Perintah IF-THEN ( Percabangan Tunggal )

Percabangan If berguna untuk menilai dua atau beberapa keadaan sekaligus

Perintah ini digunakan untuk melakukan penyeleksian kondisi dari suatu ekspresi. Bentuk umum dari perintah ini adalah :

IF <ekspresi> THEN perintahl

Atau:

IF <ekspresi> THEN perintahl ELSE perintah2

Apabila ekspresi atau kondisi yang diuji benar, maka program akan mengeksekusi perintah sesudah THEN, tapi jika kondisi salah, perintah sesudah ELSE yang akan dijalankan. Perintah IF di atas merupakan perintah IF tunggal. Selain IF tunggal, VB juga mengenal blok IF. Format penulisannya:

IF <ekspresi>- THEN

perintahl

perintah2

…….

ELSE

perintah3

perintah4

……..

Endif

Pada blok IF, jika ekspresi atau kondisi yang diuji bernilai benar, maka yang dijalankan adalah semua perintah sesudah THEN, dan sebelum ELSE. Jika ekspresi yang diuji bernilai salah, maka perintah yang dijalankan adalah semua perintah sesudah ELSE, dan sebelum END IF.

Contoh penggunaan perintah IF-THEN dalam program:

Private Sub Text1_Change()

If Text1.Text = “7” Then

Label2.Caption = “Tepat, anda benar”

Else

Label2.Caption = “Angka anda salah, ulangi”

End If

End Sub

2. Percabangan If Bersarang

Anda bisa membuat pasangan If … Then lain di dalam pasangan If … Then yang telah ada. Hal ini disebut if besarang atau if bertingkat

2. Perintah SELECT-CASE

Sama dengan perintah IF-THEN, perintah SELECT-CASE juga digunakan untuk melakukan suatu penyeleksian. Namun perintah SELECT.- CASE lebih spesifik digunakan, untuk melakukan penyeleksian lebih dari satu kondisi.

Bcntuk umum dari perintah ini adalah:

SELECT CASE  <ekspresi>

[CASE nilai  1]

[perintah 1]

[perintah 2]

[CASE nilai 2]

[perintah 3]

[perintah 4]

Case Else

[ Perintah n ]

End Select

Ekspresi adalah ekspresi yang hendak diuji. Jika ekspresi sesuai dengan nilai 1, maka perintah 1 dan perintah 2 akan dijalankan. Jika tidak sesuai, maka akan diuji untuk nilai 2, dan seterusnya. Perintah pada CASE ELSE akan dieksekusi, apabila semua nilai tidak sesuai dengan ekspresi.

Contoh penggunaan SELECT CASE dalam program:

Private Sub Form_Load()

Dim pilihan As String

End Sub

Private Sub Text1_Change()

pilihan = Text1.Text

Select Case pilihan

Case 0

Label2.Caption = “nol”

Case 1

Label2.Caption = “satu”

Case 2

Label2.Caption = “dua”

Case 3

Label2.Caption = “tiga”

Case 4

Label2.Caption = “empat”

Case Else

Label2.Caption = “Saya tidak tau”

End Select

End Sub

D. Perulangan Perintah

Dalam sebuah aplikasi, banyak hal yang harus dilakukan lewat perulangan perintah. Misalnya membaca data dari data pertama sampai data terakhir, melakukan pencarian data tertentu, memberikan nomor urut dari 1 sampai 100, dan sebagainya. Pada VB, perulangan perintah dibedakan menjadi dua bagian, yaitu perulangan terhitung, dan perulangan tak terhitung.

Perulangan terhitung adalah perulangan yang nilai awal, dan nilai akhirnya sudah pasti. Pada perulangan jenis ini, sudah dapat ditentukan berapa kali perulangan yang dilakukan. Misalnya Anda ingin mencetak faktur nomer 1231 sebanyak 5 lembar, Anda ingin mencetak laporan penjualan dari tanggal 4 sampai tanggal 20. Perulangan terhitung ini dilakukan dengan menggunakan perintah FOR-NEXT.

Perulangan tak terhitung adalah perulangan yang tidak dapat dipastikan jumlah pengulangan yang dilakukan. Perulangan yang dilakukan, tergantung dari kondisi

tertentu. Misalnya Anda meng-enfry data penjualan sampai tidak ada pembeli lagi (Anda tidak dapat memastikan ada berapa pembeli nan ini), atau Anda ingin menotal omzet penjualan sampai jam 6 sore. Perulangan tak terhitung ini, dilakukan dengan menggunakan perintah DO-LOOP atau WHILE-WEND.

  1. Perintah FOR-NEXT

Bentuk umum dari perintah ini adalah:

FOR var = awal  TO akhir  [STEP n] [peftntah 1]

[perintah 2]

NEXT var

di mana:

var adalah nama variabel numerik.

awal adalah nilai awal, atau batas bawah dari var.

akhir adalah nilai akhir atau batas akhir dari var.

n adalah banyaknya lompatan var, setiap bertemu perintah next. Jika tidak
dituliskan, maka STEP 1

Perintah yang diulangi adalah perintah yang ada di bawah FOR, dan di atas NEXT. Catatan:

FOR harus berpasangan dengan NEXT.

Var harus berupa variabel dengan jenis numerik.

Awal berupa angka, menunjukkan nilai var pada saat proses pengulangan kali
pertama.

n (pada step) berupa angka, setiap proses pengulangan dikerjakan, var berubah
nilainya sebesar s.

Perintah-perintah yang terletak antara FOR-NEXT diulang, selama harga var
masih dalam batas awal dan akhir. Setiap kali pengulangan harga var akan
berubah sebesar n. Jika harga var sudah melebihi akhir, maka proses
pengulangan dihentikan, dan program mengeksekusi perintah di bawah NEXT.
Apabik dalam sebuah FOR – NEXT ada perintah FOR – NEXT lagi, maka akan
dikerjakan urut dari yang terdalam (disebut NESTED FOR – NEXT atau
NESTED LOOP).

Contoh

Program FOR-NEXT 1:

Private Sub Command1_Click()

Cls

Static I As Integer

For I = 1 To 9

Print “UDINUS”

Next I

End Sub

Private Sub Command1_Click()

For x = 1 To 5

kali = 5 * x

Debug.Print ”5 Kali”; x; ”=”: kali

Next x

End Sub

  1. Perintah WHILE – WEND

Perintah perulangan selama kondisi masih bernilai benar

WHILE <kondisi>

perintahl

perintah2

perintah3

WEND

WHILE harus berpasangan dengan WEND.

Kondisi berupa ungkapan numerik, string, hubungan dan logika, dan bila

nilainya salah akan menyebabkan proses pengulangan dihentikan.

Sepasang WHILE – WEND disebut 1 LOOP, bila dalam 1 WHILE -WEND

terdapat sebuah WHILE – WEND yang lain, maka disebut NESTED WHILE –

WEND.

Contoh program

Private Sub Form_Load()

i = 20

While i <= 30

Debug.Print   i;

i = i + 5

Wend

End Sub

  1. Perintah DO – LOOP

Perintah DO – LOOP hampir sama dengan perintah WHILE – WEND. Bedanya, jika pada WHILE – WEND perulangan dilakukan selama kondisi pada WHILE benar, sedangkan pada DO – LOOP perulangan dilakukan selama kondisi pada LOOP salah.

Syntax

DO

– perintahl

– perintah2

LOOP UNTIL <kondisi>

Selama kondisi masih salah, maka perintahl, perintah2 akan dijalankan, hingga kondisi bernilai benar.

Contoh Program

Private Sub Form_Load()

i = 20

Do

Print I;

I=i+1

Loop until >=35

  1. Prosedur di VB

Prosedur adalah bagian dari program yang mempunyai aksi tertentu. Anda bisa membuat sebuah prosedur untuk mencari nilai minimum dalam suatu array, untuk mencari data pada tertentu dalam sebuah tabel, untuk menyimpan data ke dalam tabel, dan sebagainya.

Ada dua macam prosedur yang dikenal oleh VB, yaitu Subrutin dan Function. Subrutin hanya melakukan aksi tertentu, tanpa mengembalikan nilai, sedangkan function, selain melakukan aksi tertentu, juga mengembalikan sebuah nilai.

Keduanya, baik subrutin maupun function dapat diberikan argumen (parameter).

Format penulisan sebuah Function di VB adalah: [Private |  Public]   [Static]

Function name [(arglist)]  [As type]

[dekiarasi variabel]

[perintah]

[perintah]

……

name = nilai

End Function

Seperti halnya deldarasi variabel, penambahan kata Public pada awal, menunjukkan bahwa fungsi tersebut dapat dipanggil dari bagian program manapun. Sedangkan kata Private, menunjukkan bahwa fungsi tersebut dikenal hanya pada form, atau

modul di mana fungsi tersebut berada.

Contoh sebuah fungsi:

Public Function YesNofteks As string)  As Boolean

If MsgBox(teks,  vbGKCancel,  “Question”)  = vbOK Then

YesNo = True

Else

YesNo = False

End If

End Function

Fungsi di atas merupakan fungsi Public yang dapat diakses di seluruh program. Nama dari fungsinya adalah YesNo, yang mempunyai sebuah parameter bernama teks dengan tipe string. Aksi yang dilakukan adalah menampilkan sebuah MsgBox, dengan pilihan button Ok dan Cancel. Nilai yang dikembalikan adalah boolean, yaitu bernilai TRUE apabila user mengklik button Ok, dan bernilai FALSE jika user mengklik button Cancel.

Cara penggunaan dalam program:

If YesNo(Array(“Simpan Data?”)) Then        .

‘proses penyimpanan

Else

‘batal

End If

2 Balasan ke Variabel dan Tipe Data VB

  1. djiesoft mengatakan:

    sangat jelas, lengkap an detail.. thanks ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: