memulai membuat program

Mendesain program di VB dapat dimulai dengan merancang tampilan di Form designer. Anda dapat meletakkan bermacam-macam control (button, text box, label, atau combo box) pada sebuah form. Dari situ, Anda mulai menuliskan kode-kode untuk aksi-aksi.yang dilakukan, seperti kode program pada saat button diklik. kode program pada saat form ditampilkan, kode program pada saat text box diisi suatu teks, dan sebagainya.

Paradigma pemrograman seperti itu diistilahkan dengan Event-driven program­ming, program akan berjalan sesuai dengan event-event yang terjadi.

Konsep Event Driven Programming

Kembali ke masa di mana VB kali pertama diluncurkan. Saat itu VB harus bersaing dengan program-program populer pada zamannya, seperti C, C++, QB atau Turbo Pascal. VB menawarkan paradigma pemrograman yang lain sama sekali dengan pemrogram tersebut. VB menawarkan event driven programming.

Pada program tradisioiial (QB / Turbo Pascal) saat menjalankan, segalanya dijalankan dalam tahapan yang urut. Segalanya serba rapi, dan memaksa user mengikuti kejutan-kejutan yang telah disiapkan oleh program(mer). Setelah tahap pertama, user harus menjalankan tahap kedua, lalu tahap ketiga, dan seterusnya. User tidak bisa semaunya sendiri, dengan langsung menjalankan tahap ketiga (dan tentu, program tradisional akan susah menangani hal itu).

Misalnya jika ada sebuah program tradisional untuk menghitung total penjualan dari sebuah transaksi, maka tahap pertama adalah mengisikan nama barang. Tahap kedua adalah mengisikan jumlah pembelian dan satuan. Terakhir mengisikan harga per Rekeningnya. Baru setelah ketiga tahap tersebut dilalui, maka program segera dapat menghitung berapa total penjualan. Dalam program tradisional ini, user tidak bisa langsung menyuruh program tersebut untuk menampilkan total penjualan, tanpa melewati tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga. Urutan-urutannya harus diiakukan dengan benar.

Pada program yang menganut event driven, konsep program yang urut seperti di atas sudah tidak dikenal lagi. Saat sebuah program event driven dijalankan, dia mulai dengan menjalankan beberapa inisialisasi (seperti program tradisional juga). Namun kemudian program tersebut berhenti sama sekali, dan tak melakukan apapun juga, sampai user melakukan sesuatu. Sesuatu vang dilakukan user itu disebut dengan kejadian atau event.

Atau bisa digambarkan seperti dibawah ini

Dalam Pemrograman Beorientasi Object ( OOP ), anda perlu memahami istilah Object, Property, Method dan Event.

Object    : Komponen di dalam sebuah program

Property : Karakteristik yang dimiliki object

Method  : Aksi yang dapat dilakukan oleh object

Event      : Kejadian yang dapat dialami oleh object

A. Event-event yang sering terjadi di pada VB

Event adalah kejadian pada form yang akan menjalankan kode program, contohnya clik, Gotfocus dll

Event form pada Visual Basic jumlahnya sekitar 21 event.

Berikut adalah  event-event yang sering terjadi pada VB

Activate

Terjadi saat sebuah form menjadi windows aktif

Clik

Terjadi saat pemakai mengklik form

DblClik

Terjadi saat pemakai melakukan klik ganda form

Deactivate

Terjadi saat sebut window, tidak lagi menjadi window aktif

DragDrop

Terjadi saat drag-drop selesai dilakukan

Gotfocus dan Setfocus

Terjadi sewaktu sebuah object ( dapat berupa button,input teks, tab control ) terfocus atau kehilangan Focus

KeyDown dan KeyUp

Terjadi menekan sebuah tombol yang di tekan atau setelah dilepas

KeyPress

Terjadi pada saat pemakai menekan sebuah tombol pada keyboard melewati form

MouseDown atau MouseUp

Terjadi saat button pada mouse ditekan ( ditahan ) atau dilepas ( setelah ditekan )

MouseMove

Terjadi saat user menggerakkan mouse

Resize

Terjadi saat user mengubah ukuran sebuah objek ( dapat berupa form )

Load

Terjadi pada saat form diaktifkan dan sebelum tampak di layer

LostFocus

Terjadi pada saat form kehilangan focus

Meletakkan Control Pada Form

Untuk meletakkan control ke dalam form, caranya adalah dengan memilih control pada toolbox. Klik pada form, lalu drag untuk mengatur lebar control tersebut (tidak semua control dapat diubah lebar atau panjangnya).

Untuk meletakkan control yang sama dalam sebuah form (misalnya beberapa text box sekaligus), Anda dapat menggunakan cara cepat, yaitu:

  1. Tahan tombol Ctrl, lalu klik control yang hendak diletakkan pada toolbox.
    1. Kursor mouse akan berubah menjadi tanda +. Drag pada form untuk
      meletakkan control tersebut. Anda bisa mengulangi meletakkan control
      tersebut, tanpa harus mengklik control yang sama pada toolbox.
  2. Tekan Escape untuk mengakhiri.

Mengatur Properti

Karakteristik dari sebuah control ditentukan oleh propertinya. Misalnya pada control label yang mempunyai properti bernama Caption. Properti Caption ini menentukan teks apa yang muncul untuk label tersebut, properti Font untuk mengatur jenis huruf dari teks yang muncul. Sedangkan pada control TextBox, untuk mengatur teks yang muncul bukan dengan menggunakan properti Caption, melainkan properti Text.

Daftar properti dari sebuah control ada pada properti window. Properti-properti yang ada pada properti window ini akan berubah, sesuai dengan control yang saat itu sedang dipilih.

Jika properti window secara tidak sengaja tertutup, Anda dapat menampilkan kembali dengan menekan tombol F4. Anda tidak perlu khawatir bahwa properti tersebut terlalu banyak. Anda bahkan tidak perlu mengubah nilai apapun, jika memang tidak perlu diubah. Kebanyakan saat membuat program, Anda hanya perlu mengubah 1-6 properti untuk setiap control (belum pernah ada programmer yang mengubah semua properti untuk sebuah control).

Memberi Nama Control

Sebuah properti penting yang selalu ada pada setiap control (entah itu text box, command button, label, combo box) adalah properti Name. Properti Name berupa teks yang tidak boleh dikosongkan. Tujuan dari properti ini adalah untuk identifikasi, pada saat mcngetikkan kode-kode program.

Saat Anda meletakkan control ke dalam form, Visual Basic memberi nama default untuk control tersebut. Misalnya label pertama yang Anda letakkan, akan diberi nama Labell (pada properti Name), label kedua akan diberi nama Label2, label ketiga akan diberi nama

Label3, dan seterusnya. Sama juga untuk control yang lain. Command button yang diletakkan di form, akan diberi nama secara berurutan Command 1, Command2, dan seterusnya.

Karena keperluan dari penamaan ini adalah untuk pengkodean, maka sangat baik jika Anda memberi nama yang mudah diingat. Microsoft menyarankan bahwa tiga huruf pertama dari nama suatu control merupakan identitas jenis control tersebut. Ini bukan keharusan, tapi demi mempermudah pengkodean pada saat pemrograman. Ada baiknya Anda membiasakan diri untuk menggunakan tiga huruf pertama nama control.

Control Awalan Control Awalan
CommandButton Cmd Data Dat
TextBox Txt HscrollBar Hsb
Label Lbl VscrollBar Vsb
PictureBox Pic DriveListBox Drv
CheckBox Chk DirListBox Dir
ComboBox Cbo FileListBox Fil
Timer Tmr Line Lin
Frame Frm Shape Shp
OptionButton Opt Form frm

Satu Balasan ke memulai membuat program

  1. […] lebih lengkap dengan gambar disini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: