2012 in review

Januari 28, 2013

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 29,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 7 Film Festivals

Click here to see the complete report.


PENGENALAN SISTEM OPERASI

Januari 28, 2013

1. Sekilas Tentang Sistem Komputer

Sebuah Sistem Komputer dapat bekerja dengan melibatkan 3 komponen utama. Dalam penggunaan komputer sehari – hari, 3 komponen ini akan sering kita temui, yakni;

a. Hardware ( perangkat keras )

b. Software ( Perangkat Lunak )

c. Brainware ( User/ Sumber daya Manusia )

a. Hardware ( Perangkat Keras )

seperti : Desktop PC, Laptop, Tablet PC, Server, atau gadget2 lainnya yang terdiri  dari 3 bagian utama yaitu :

1. Input Unit

2. Proses Unit, dan

3. Output Unit

b. Software ( Perangkat Lunak )

Terdiri Dari 2 Jenis Yaitu:

a. Sistem Operasi

b. Aplikasi

c. Brainware ( User/ Manusia )

Dapat Dikategorikan menurut keahlian atau profesi nya seperti,

-Operator ( Data Entry/EDP )

-Progammer Sistem

-Analys Sistem ( Program, Database dan Network )

-Administrasi System, Network Enginer

-Technical Enginer ( Technical Support )

-Web Developer / Web Designer

-Animator, dll

2. Pengertian Sistem Operasi (SO)

Sistem Operasi merupakan program utama yang menghubungkan software aplikasi yang digunakan oleh user dengan hardware.

Secara umum adalah pengelola seluruh sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan layanan ( System Calls) yang sering di sebut ” tools atau utility” berupa aplikasi ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan ketika memanfaatkan sumber daya sistem komputer tersebut.

2.1 Jenis Sistem Operasi ( SO )

Sistem Operasi dapat di bedakan berdasarkan jumlah pengguna dari program yang dapat dijalankan, juga berdasarkan jenis software, atau hardware yang digunakan

Berdasarkan jumlah pengguna dari program yang dijalankan, SO dapat dikategorikan sebagai berikut :

a. Single User – Single Tasking :

Satu Komputer yang hanya bisa dijalankan oleh satu user dalam satu waktu, contohnya : DOS ( Disk Operation Sistem )

b. Multi User – Single Tasking :

Satu Komputewr dapat digunakan oleh banyak user namun tiap user hanya bisa menjalankan 1 program di satu waktu , contohnya : Novell Netware, yang menjalankan SO Network Berbasis DR-DOS

c. Single User – Multi Tasking :

satu Komputer di gunakan oleh satu user, dan dapat menjalankan banyak program pada satu waktu, contoh : Windows, MacOS, BeOS, JDS dll,

d. Multi User – Multi Tasking :

Satu Komputer dipakai bersamaan oleh banyak user, yang dapat menjalankan banyak program di satu waktu, contoh : linux , Unix, Free BSD

Berdasarkan hardware komputer yang digunakan, sistem operasi dapat di bedakan untuk :

1. Komputer PC ( Desktop / Laptop )

2. Komputer Server

Berdasarkan Jenis Software, SO dapat dibedakan berdasarkan :

1. Perangkat Lunak Bebas ( Free Software )

2. Perangkat Lunak Open Source

3. Perangkat Lunak Public Domain

4. Perangkat Lunak Copy Lefted

5. Perangkat lunak Bebas Non – Copylefted

6. Perangkat Lunak GPL-covered

7. Perangkat Lunak GNU

8. Perangkat Lunak Semi Bebas

9. Perangkat Lunak Berpemilik

10. Freeware

11. Shereware

12. Perangkat Lunak Komersial

 

2.3 Fungsi Dasar Sistem Operasi ( SO )

* Menjembatani hubungan antara aplikasi atau program yang dijalankan oleh user dengan hardware

* Mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh user dan berbagai program aplikasi

* Sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan dan penggunaan komputer yang tidak perlu

* Manager sumber daya hardware, seperti mengatur memory, pointer, cdroom dll.

 

2.4 Komponen utama sistem operasi ( SO )

1. Kernel,

2. File,

3. User Interface

 

2.4.1 Kernel

merupakan suatu software yang membentuk suatu sistem dan memiliki tugas melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses hardware komputer secara aman dan terkendali. Karena akses terhadap hardware terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam satu waktu yang bersamaan, maka kernel juga mengatur waktu untuk kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian dari hardware tersebut, yang bsering di sebut dengan ( Multitasking)

Akses kepada hardware secara langsung merupakan masalah yang kompleks, maka dari itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. abstraksi2 tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kerumitan, dan memungkinkan akses menjadi mudah dan seragam


Flyer, Poster, Brosur & Katalog

Desember 23, 2011

Berikut saya sedikit berbagi mengenai hal – hal yang sangat sering sekali kita lihat, kita baca dan kita buat jika anda seorang design grafis, namun ga sedikit orang bahkan mereka yang sering membuat media publikasi ini mengerti maksud dari beberapa media publikasi tersebut, dan sebelomnya saya juga minta maaf apabila tulisan saya ini copas dr internet jg…hehehe….. okay langsung aja deh :

 

Flyer

Ada yang mengatakan bahwa istilah flyer diambil dari cara distribusinya pada era Perang Dunia 1, yaitu dengan menebarkannya dari atas pesawat! Pada masa itu flyer menjadi alat propaganda yang sangat efektif. Iyalah gimana gak efektif..!? Distribusinyanya aja oleh angin, yang bisa menjamah seluruh kawasan. Kebayang kan gimana ramenya hujan kertas tersebut.

Lalu apa isi dari flyer? Yang pasti berbeda-beda, tergantung pada kepentingan dari penggunaan flyer tersebut. Namun satu unsur utama yang dominan adalah informasi. Baik itu dalam bentuk teks maupun visual. Flyer pada dasarnya memang dibuat untuk memberitahu dan sekaligus sebagai alat pendekatan yang persuasif, untuk mengajak atau bahkan membentuk opini bagi orang banyak. Fomatnya juga beraneka ragam, mungkin kalau jaman dulu bentuknya paling-paling hanya segi empat dan ukurannya kurang lebih seukuran kartu pos standar tapi kalau sekarang.. hmmm.. jangan heran, macem-macem!! Aneh-aneh malah! Yang segi empat aja, berukuran mulai dari ukuran cetak A4 hingga sekecil kartu nama, bahkan ada yang bentuknya asimetris. Tapi bagaimana pun formatnya satu hal yang khas dari flyer adalah masa berlakunya. Flyer biasa dibagikan beberapa saat sebelum sebuah kejadian/event berlangsung dan lewat dari masa itu, informasi yang disampaikan sudah tidak ‘up to date’ lagi alias basi!….kelemahan? belum tentu! Justru hal inilah yang memungkinkan para desainer untuk bereksperimen. Pada ruang dan media yang instan ini, mereka dimungkinkan untuk bereksperimen dan menciptakan inovasi-inovasi visual yang menarik. Seperti halnya teori desain packaging, flyer pun memilki kesempatan hanya 1/5 detik untuk ‘menangkap’ mata si target audience. Para desainer pun berlomba-lomba untuk membuat desain yang paling eye catching dan memorable.

 

Brosur

Hampir mirip dengan flyer, brosur biasanya memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, fasilitas umum, profil perusahaan, sekolah, atau lainya dengan maksud untuk memperkenalkan produk dan sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat. Bila terdiri dari satu halaman, brosur umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah, sementara jika lebih dari satu lembar biasanya dijilid dengan benang, kawat,atau sekedar disusun tanpa dijilid.

Brosur merupakan media yang paling banyak digunakan oleh pelaku usaha. Media ini termasuk sangat efektif dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk. Efektif disini tidak hanya berarti memerlukan ongkos produksi yang cukup ringan, tapi juga bisa meyakinkan konsumen untuk menggunakan apa yang kita tawarkan. Media cetakan dalam bentuk brosur biasanya merupakan modal dasar yang digunakan oleh salesman, agen penjualan, dan produsen untuk bisa menginformasikan kepada konsumen mengenai keunggulan utama dari sebuah produk. Di dalam Brosur kita bisa menjelaskan dengan detail apa saja kelebihan suatu produk, keuntungan apa saja yang didapat konsumen bila membeli produk tersebut, bentuk fisik, warna, ukuran serta bagaimana cara mendapatkan produk tersebut.

 

Poster

Perbedaan mendasar poster dengan media promosi lainnya adalah poster biasanya dibaca orang yang sedang bergerak; mungkin sedang berkendara atau berjalan kaki. Sedangkan brosur, booklet, flyer dirancang untuk dibaca secara khusus, mungkin duduk atau sesaat sambil berdiri. Karena itu poster harus dapat menarik perhatian pembacanya seketika, dan dalam hitungan detik, pesannya harus dimengerti.

Poster digunakan untuk berbagai macam keperluan, tapi biasanya hanya menyangkut satu dari empat tujuan berikut ini:
1. Mengumumkan / memperkenalkan suatu acara
2. Mempromosikan layanan / jasa
3. Menjual suatu produk
4. Membentuk sikap atau pandangan (propaganda)

Karena biasanya sasarannya adalah orang yang bergerak, maka selain berukuran besar, poster yang baik semetinya:
1. Berhasil menyampaikan informasi secara cepat
2. Ide dan isi yang menarik perhatian
3. Mempengaruhi, membentuk opini / pandangan
4. Menggunakan warna-warna mencolok
5. Menerapkan prinsip ’simplicity’

 

Katalog

Media ini biasanya memuat informasi yang lebih lengkap dibanding flyer ataupun brosur, sangat tepat untuk mempromosikan produk dengan jumlah banyak. Katalog memuat informasi yang lebih lengkap, dari informasi seputar spesifikasi produk, gambar produk, kelebihan dan keunggulan, bahkan acapkali diinformasikan juga harga produk tersebut. Katalog akan memudahkan konsumen untuk bisa memilih sendiri produk mana yang sesuai dengan keinginan dan anggaran biayanya. Terkadang produk-produk yang didisplay pada katalog disertai juga dengan info diskon. Contoh penggunaan katalog antara lain digunakan oleh Giant, Alfamart, Hero, Carrefour, Matahari, Olimpic, Colombia, dll


Pengenalan Jaringan Komputer

September 6, 2011

Jaringan komputer mulai berkembang sejak tahun 1969 dengan
dilakukannya riset oleh DARPA (Defense Advance Research Project Agency),
sebuah badan di bawah Departemen Pertahanan Amerika untuk mengembangkan
jaringan komunikasi antar komputer dan pada tahun 1972 hasilnya telah
didemonstrasikan berupa hubungan 40 buah komputer.
Pada dasarnya, tujuan pembentukan jaringan komputer adalah supaya
dua komputer atau lebih bisa berhubungan dan bila sudah bisa
berkomunikasi dapat digunakan sesuai keinginan manusia. Penggunaan
jaringan komputer yang paling dikenal adalah electronic mail atau e-mail
(surat menyurat secara electronik), web, dan transfer file.
Seperti halnya dunia komputer yang lain, di dalam jaringan
komputer terdapat komponen hardware dan software yang tipenya
bermacam-macam.

1.1. Hardware jaringan

1.1.1. Arsitektur hardware
Saat ini terdapat berbagai macam arsitektur jaringan yang
masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri. Arsitektur-arsitektur
yang banyak dikenal adalah:
1. Ethernet
Ethernet merupakan arsitektur yang paling banyak digunakan karena
memiliki harga yang paling murah dengan kecepatan yang dapat
diterima. Ethernet ditemukan pada tahun 1970’an oleh peneliti di
Palo Alto Research Center. Kecepatan Ethernet pertama adalah 3 Mbps
(mega bits per second) kemudian berkembang menjadi 10 Mbps kemudian
100 Mbps (Fast Ethernet) dan saat ini sudah mencapai 1 Gbps
(Gigabits Ethernet). Yang paling banyak digunakan saat ini adalah
Fast Ethernet.
2. ATM (Asynchronous Transfer Machine)
ATM merupakan jaringan kecepatan tinggi yang biasanya digunakan
pada jaringan backbone dan kecepatannya sudah mencapai 2,4 Gbps.
Implementasinya masih kurang karena standardisasi yang belum jelas
dan mahal.
3. PPP (Point to Point Protocol)
PPP merupakan arsitektur jaringan yang biasa digunakan untuk
koneksi melalui saluran telepon.
Selain arsitektur yang disebut di atas, masih banyak arsitektur
lain yang digunakan di jaringan komputer, misalnya Frame Relay, WaveLAN
(wireless), FDDI, Token Ring, dan lain-lain.

1.1.2. Jenis-jenis hardware
Hubungan komputer secara fisik kebanyakan dilakukan melalui kabel.
Jenis-jenis kabel untuk arsitektur Ethernet, yaitu:
a. Coaxial
Kabel coaxial bentuknya mirip dengan kabel antena TV dengan sebuah
kabel inti di bagian tengah yang dilingkupi oleh serabut kawat di
bagian luarnya. Kabel koaksial terdiri atas dua jenis, yaitu RG
5 (Thick Ethernet) dan RG 58 (Thin Ethernet). Kabel RG 58 lebih
kecil dan biasanya berwarna hitam. Kabel RG 5 biasanya berwarna
kuning dan hitam (jenis low loos). Kecepatan data maksimum untuk
kabel BNC adalah 10 Mbps dan jarak maksimumnya 100 m sedangkan untuk
kabel RG 5, transfer data bisa mencapai 1 Gbps dan jarak maksimumnya
mencapai 500 m.
b. Twisted Pairs
Kabel twisted pairs mempunyai struktur seperti kabel telepon,
yaitu berupa kumpulan kabel-kabel kecil, namun pada twisted pairs
terdapat delapan buah kabel sedangkan pada kabel telepon berjumlah
empat buah. Kabel twisted pairs terdiri dua jenis, yaitu unshielded
twisted pairs (UTP) dan shielded twisted pairs (STP). Jarak
jangkauan kabel UTP mencapai 100m dan transfer data maksimum
mencapai 100 Mbps untuk kategori 5 dan 1 Gbps untuk kategori 6.
Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan saat ini.
Pada jenis STP terdapat shield berupa lilitan kawat melingkupi
kedelapan kabel inti untuk mengurangi interferensi gelombang
elektromagnetik sehingga transfer data yang dicapai lebih tinggi,
yaitu 1 Gbps. Konektor untuk kabel twisted pairs adalah jenis RJ45.
c. Kabel optik
Kabel optik menyampaikan data tidak dengan arus listrik, melainkan
dengan cahaya yang berupa cahaya lampu LED maupun sinar laser.
Karena menggunakan cahaya, transfer data yang dihasilkan bisa di
atas 1 Gbps dan daya jangkau mencapai 5 km.
Selain kabel, terdapat hardware-hardware jaringan lain yang umum
digunakan, misalnya:
a. Network adapter
Network adapter adalah penghubung langsung komputer dengan
jaringan di luarnya. Kabel-kabel jaringan dihubungkan ke komputer
melalui network adapter. Biasanya berbentuk card dengan interface
PCI maupun ISA dan ada juga yang onboard.
b. Konsentrator
Konsentrator sebelumnya sudah disebutkan bahwa ia digunakan di
topologi star dan terdiri atas dua jenis, yaitu hub dan switch.
Perbedaan keduanya, misalnya suatu konsentrator 100 Mbps dan
mempunyai 16 port, jika berupa hub maka setiap port akan memiliki
transfer data maksimum 6,25 Mbps, kalau berupa switch maka
kecepatan maksimum tiap port masih 100 Mbps, dan kecepatannya pada
suatu saat ditentukan oleh jumlah port yang aktif pada saat
tersebut. Jadi switch memiliki kinerja yang lebih baik daripada
hub.
c. Repeater
Repeater adalah komponen jaringan yang berfungsi seperti relay
untuk memperkuat sinyal pada saluran jaringan sehingga jarak
jangkauan sinyal menjadi lebih jauh.
d. Bridge
Bridge berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan fisik yang
berbeda menjadi satu jaringan. Biasanya bridge digunakan untuk
menghubungkan beberapa arsitektur jaringan yang berbeda, misalnya
antar jaringan ethernet dengan ATM. Bridge juga berfungsi sebagai
repeater.

1.1.3. Topologi fisik
Di dalam jaringan komputer dikenal beberapa topologi fisik antara
lain:
a. Bus
Topologi bus berupa komputer-komputer yang dihubungkan melalui
satu jalur kabel. Kelemahan topologi bus adalah bila pada sutau
titik jaringan mengalami kerusakan, seluruh jaringan akan mati.
Implementasi topologi ini menggunakan kabel koaksial dan
membutuhkan sedikitnya duah buah alat yang disebut terminator pada
ujung-ujung kabel. Terminator berfungsi untuk memberikan hambatan
sebesar 50 ohm antara kabel inti dengan serabut kawat.

b. Star
Implementasi topologi star memerlukan hardware tambahan, yaitu
konsentrator berupa switch atau hub yang berfungsi untuk mengatur
lalu lintas data. Topologi ini lebih tahan terhadap gangguan
dibandingkan topologi bus karena kerusakan di salah satu titik
tidak akan mematikan seluruh jaringan, tetapi membutuhkan biaya
lebih karena membutuhkan konsentrator. Dalam topologi star
digunakan kabel twisted pairs.

c. Ring
Topologi ini mirip dengan topologi bus, tetapi kabel yang digunakan
membentuk loop (lingkaran) tertutup. Topologi ini digunakan pada
arsitektur Token Ring.

1.2. Software jaringan

1.2.1. Sistem operasi jaringan
Terdapat banyak sekali sistem operasi jaringan, namun yang pertama
kali muncul adalah sistem operasi UNIX pada tahun 1969 di perusahaan
AT&T. Sistem operasi UNIX saat ini memiliki beberapa varian, misalnya
Sun Solaris, Compaq TruUNIX64, IBM AIX, Linux, SCO Unix, dll. Bahkan
Microsoft Windows NT pun memiliki rancangan dasar yang hampir sama
dengan sitem operasi UNIX. Sistem operasi jaringan yang lain misalnya
Novell Netware dan Apple Mac OS X. Setiap sistem operasi, khususnya
varian-varian UNIX biasanya spesifik terhadap arsitektur komputer yang
digunakan.
Syarat utama suatu sistem operasi dapat menjadi sitem operasi
jaringan adalah stabil, aman, mendukung jaringan secara native,
multiuser, dan dapat melakukan operasi multitasking. Selain itu juga
dapat mendukung penggunaan hardware dalam skala besar, misalnya memori
berkapasitas gigabyte dan multiprosesor agar sistem operasi dapat
berjalan lebih cepat dan memberikan layanan dengan lebih baik. Sistem
operasi DOS misalnya tidak memenuhi persyaratan di atas.

1.2.2. Protokol
Protokol dapat diibaratkan sebagai bahasa komunikasi antar
komputer dalam jaringan. Terdapat berbagai macam protokol yang
masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri.
a. NetBEUI
NetBEUI merupakan protokol yang banyak digunakan dalam jaringan
lokal berbasis sistem operasi Microsoft Windows. Sangat baik dan
cepat untuk layanan file sharing dan print sharing. Salah satu
kelemahan protokol ini adalah tidak dapat di-routing sehingga
hanya dapat bekerja di satu jaringan lokal.
b. IPX/SPX (Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet
Exchange)
Hampir sama dengan NetBEUI, yaitu digunakan di jaringan lokal dan
sangat baik untuk file sharing dan print sharing serta dapat
di-routing. Protokol ini biasa digunakan di jaringan berbasis
sistem operasi Novell Netware.
c. TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol)
*Terdapat perbedaan antara kata “internet” dengan “Internet”.
“Internet” adalah International Network sedangkan “internet”
adalah internetworking. Kata “Internet” pada IP adalah
internetworking.
TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena
memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem
pengecekan data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda
dalam sistem penomoran, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit),
dan saat ini yang masih digunakan adalah IPv4. Untuk memepermudah
penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk empat segmen
bilangan desimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen
mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat
memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat IP (IP
address) tidak boleh dipakai oleh dua atau beberapa network
adapter. Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan
internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85% alamat IP
(IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem IPv4 akan
digantikan oleh IPv6.

1.2.3. Domain Name System (DNS)
Untuk menulis dan mengingat suatu alamat IP cukup menyulitkan
karena cukup panjang dan berupa angka-angka apalagi jumlah IP yang
digunakan saat ini sudah sangat banyak. Oleh karena itu dilakukan
pengalamatan dalam bentuk kata-kata, misalnya http://www.itb.ac.id dan
http://www.yahoo.com. Alamat-alamat tersebut disebut hostname. Pengalamatan
seperti di atas menggunakan Domain Name System yang mengaitkan sebuah
alamat IP dengan hostname-hostname. Sebuah alamat IP dapat berkaitan
dengan beberapa hostname tetapi tidak sebaliknya. Keterkaitan antara
suatu alamat IP dengan hostname-hostnamenya disimpan di komputer yang
berfungsi sebagai DNS server atau biasa disebut name server.

1.2.4. Server
Di dalam jaringan dibutuhkan suatu komputer khusus yang bertugas
melayani aplikasi-aplikasi jaringan. Komputer-komputer ini disebut
server, sedangkan komputer lain yang memanfaatkan layanan disebut klien.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, layanan yang harus diberikan
oleh server semakin banyak dan pembedaan jenis server dilakukan
berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, misalnya:
a. File server : Menyimpan fil-file yang dapat diakses dari
komputer klien.
b. Print server : Menyediakan layanan pencetakan sehingga tidak
perlu setiap komputer klien mempunyai printer sendiri-sendiri.
c. Gateway atau router : Sebagai pintu gerbang untuk data yang akan
keluar dari jaringan internal dan merupakan pintu masuk bagi data
dari luar jaringan, juga bertugas untuk menentukan jalur yang
ditempuh oleh paket data yang akan keluar.
d. Name server (DNS server) : Menyimpan keterkaitan antara alamat
IP dengan hostname-hostname.
e. Web server : Menyimpan data-data, biasanya berupa halaman web,
yang bisa diakses melalui web.
f. FTP server : Menyimpan data berupa file yang dapat diakses
melalui Internet.
g. Proxy server : Menyimpan halaman-halaman web secara sementara
sehingga klien tidak perlu meminta isi web langsung dari web server
asal.
Untuk jaringan yang besar, tugas-tugas dibagi ke beberapa server
sehingga ada yang hanya bertindak sebagai gateway saja, ada yang menjadi
web server, dan lain-lain. Cara seperti ini akan membantu dalam melakukan
konfigurasi hardware dan software server, termasuk dalam hal keamanan.

Pendalaman TCP/IP dan DNS

TCP/IP merupakan protokol yang paling banyak digunakan dan standar
untuk komunikasi di Internet karena memiliki banyak kelebihan.
Arsitektur TCP/IP bersifat terbuka sehingga siapapun dapat
mengembangkannya. TCP/IP tidak tergantung kepada suatu sistem operasi
maupun hardware. TCP/IP saat ini diterapkan di semua sistem operasi dan
dapat berjalan di semua hardware jaringan. TCP/IP merupakan protokol
yang memiliki fasilitas routing sehingga dapat digunakan pada
internetworking. TCP/IP juga merupakan protokol yang handal karena
memiliki sistem pengontrol data agar data yang sampai di tempat tujuan
benar-benar dalam keadaan baik. Karena kelebihannya tersebut, sangat
banyak layanan dan aplikasi yang menggunakan TCP/IP, contohnya yang
paling banyak digunakan adalah web. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP,
yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit). Sistem IPv4 menghasilkan 232 atau
42.949.67.296 namun sudah terpakai lebih dari 85% sehingga dalam waktu
yang tidak lama lagi akan diganti dengan IPv6 yang dapat menciptakan
lebih banyak alamat.

2.1. Penomoran
Model pengalamatan dalam TCP/IP (IPv4) menggunakan 32 digit
bilangan biner yang untuk mempermudah penulisannya diubah ke dalam
bentuk empat segmen bilangan desimal yang mana tiap segmen mewakili
delapan bit biner sehingga alamat IP berkisar dari 0.0.0.0 sampai
255.255.255.255. Contoh:
167.205.22.123
255.255.255.255
Alamat IP oleh Internic dibagi menjadi lima kelas, yaitu:
kelas A : 1.x.x.x sampai 126.x.x.x
kelas B : 128.0.x.x sampai 191.255.x.x
kelas C : 192.0.0.x sampai 223.255.255.x
kelas D : 224.x.x.x sampai 247.x.x.x
kelas E : 248.x.x.x sampai 255.x.x.x
Kelas D dan E tidak digunakan secara umum. Kelas D digunakan untuk
keperluan multicast sedangkan kelas E digunakan untuk riset.
Internic telah menyediakan beberapa alokasi IP yang dapat
digunakan secara bebas dalam jaringan lokal dan biasa disebut IP private,
yaitu:
10.x.x.x
127.x.x.x
172.x.x.x
192.x.x.x

2.2. Subnetwork
Suatu jaringan yang kecil akan lebih baik kinerjanya daripada
jaringan yang besar dan juga memudahkan administrasi. Oleh karena itu
jaringan besar biasanya dibagi menjadi jaringan-jaringan kecil.
Misalnya jaringan kelas B dengan alokasi IP 156.123.0.0 sampai
156.123.256.256 akan dibagi menjadi jaringan 156.123.0.x, 156.123.1.x,
156.123.2.x, dan seterusnya.
Untuk membedakan jaringan-jaringan yang ada, digunakan alamat
jaringan (network address). Alamat jaringan adalah IP pertama dalam
alokasi. Jadi jaringan kelas B pada contoh di atas memiliki alamat
network 156.123.0.0. Sistem yang sama berlaku juga pada sub jaringannya,
misalnya sub jaringan dengan alokasi 156.123.2.x mempunyai alamat
network 156.123.2.0. Alamat terakhir pada suatu alokasi disebut IP
broadcast (sub jaringan 156.123.2.x mempunyai IP broadcast
156.123.2.255). Jadi sruktur IP address terdiri atas network ID dan host
ID. Suatu komputer dengan IP 156.123.2.3 pada jaringan 156.123.2.x akan
mempunyai network ID 156.123.2.0 dan host ID 3.
Selain menggunakan alamat network dan broadcast address, identitas
jaringan juga ditentukan dengan subnet ID. Berikut ini cara menetukan
subnet ID suatu jaringan :
Bit-bit yang berhubungan dengan network ID bernilai satu pada
bit-bit subnet ID dan bit-bit sisa di kanan bit-bit ID bernilai
nol. Contohnya suatu jaringan 16 komputer dengan alokasi IP
156.123.2.208 sampai 156.123.2.223 akan mempunyai network ID
156.123.2.208. Alamat-alamat IP pada jaringan tersebut memiliki
kesamaan sampai bit ke-28 dan baru berbeda pada bit ke-29. Jadi
nilai subnet ID pada jaringan tersebut, bit 1 sampai 28 bernilai
satu dan bit 29 sampai 32 bernilai 0 sehingga nilai subnet bila
didesimalkan 255.255.255.240.
Dengan adanya subnet ID, susunan informasi IP yang disampaikan oleh
suatu komputer terdiri atas 64 bit, yaitu bit network ID, 32 bit subnet
ID, dan host ID.

2.3. Layer-layer TCP/IP
TCP/IP secara logik terdiri atas beberapa lapisan yang mempunyai
fungsi khusus untuk memudahkan implementasinya. Terdapat empat lapisan
(layer) dalam TCP/IP, yaitu aplication layer, transport layer, internet
layer, dan network interface layer. Setiap layer akan mengganggap data
dari layer sebelahnya adalah sebuah data biasa.

Dari arah applicaton layer ke bawah setiap melewati satu lapisan,
mulai dari transport layer, data ditambah dengan sebuah header. Dan
sebaliknya jika data datang dari network interface layer, header dicopot
satu persatu ketika naik ke lapisan lain. Gabungan data dengan header
disebut datagram.

2.3.1. Aplication layer
Di lapisan ini terdapat aplikasi-aplikasi yang memanfaatkan
TCP/IP, misalnya web broser dan FTP server. Agar lapisan Transport layer
di bawahnya dapat membedakan aplikasi mana yang akan menerima paket data,
setiap aplikasi dalam aplication layer mempunyai nomor port tersendiri.
Port di sini dapat diibaratkan pintu-pintu. Pengaturan nomor port
dilakukan secara internasional oleh IANA dan dikenal adanya Well Known
Port.

2.3.2. Transport layer
Layer ini bertugas mengatur aliran data, analoginya adalah
memasukkan surat kedalam amplop dan menuliskan informasi tambahan pada
amplop. Terdapat dua komponen pada layer ini, yaitu TCP dan UDP (User
Datagram Protokol).
TCP bersifat connection oriented, yaitu dibentuknya hubungan
client server sebelum dilakukan pertukaran data. Client pertama kali
mengirim paket synchronous (SYN) lalu server mengembalikannya dengan
tambahan paket acknowledgement(ACK) dan client membalas dengan mengirim
ACK juga. Untuk mengakhiri hubungan, client mengirim paket finish (FIN)
yang dibalas dengan ACK oleh server, client mebalas dengan mengirim ACK
dan hubungan berakhir.
TCP mempunyai sistem kontrol data yang baik. Data yang yang besar
dipecah dan tidak melebihi ukuran maksimum. Setiap paket data diberi
nomor urut (sequence number), kode checksum (untuk mengetes kevalidan
data) pada data dan header. Paket dikirim secara berurutan dan paket
selanjutnya tidak dikirim sebelum ada konfirmasi(ACK) dari penerima
bahwa paket sebelumnya sampai dengan keadaan baik. Konfirmasi yang
disampaikan berupa permintaan atas paket selanjutnya. Dengan adanya
nomor urut tersebut, penerima paket dapat menyusun informasi kembali.
Penerima juga memberikan informasi mengenai ukuran data maksimum yang
boleh dikirim sesuai kapasitas buffer TCP-nya. Hal ini untuk mencegah
komputer yang cepat membanjiri komputer yang lambat.
Header TCP memiliki panjang maksimum 65536 bit dan berisi informasi
port asal dan port tujuan (sesuai aplikasi), nomor urut data yang
dikirim, acknowledgment number, checksum header, panjang header, ukuran
window(buffer), dan checksum data.
UDP memiliki reliabilitas yang lebih rendah daripada TCP. Bersifat
connectionless, tidak menggunakn pengurutan data, dan pengiriman ulang.
Header UDP berisi informasi port asal dan tujuan, panjang datagram UDP,
dan checksum data. Karena tidak reliable, UDP digunakan untuk mengirim
data ke beberapa komputer sekaligus (broadcast dan multicast). UDP juga
digunakan pada beberapa aplikasi streaming video (video melalui
jaringan) yang akan terlalu lambat jika menggunakan TCP.

2.3.3. Internet layer
Lapisan internet layer dapat dianalogikan dengan kantor pos yang
hanya bertugas mengirim paket dan tidak peduli dengan isi paket yang
dikirim. Di lapisan internet layer terdapat tiga komponen, yaitu IP
(internet Protocol), ICMP (Internet Message Control Protocol), dan ARP
(Address Resolution Protocol).
IP merupakan komponen utama dalam TCP/IP, bersifat conecctionless
dan tidak reliable. IP melakukan usaha sebaik mungkin untuk mengirim
paket, namun tidak menjamin paket sampai di tujuan dengan kondisi baik.
Setiap datagram IP yang dikirim tidak dipengaruhi oleh datagram yang
lain. Header IP berisi informasi versi IP (Ipv4 atau Ipv6), panjang
header dalam satuan byte, tipe servis, panjang datagram, informasi
pemecahan paket (dimungkinkan adanya perbedaan lebar data jalur-jalur
fisik yang dilewati), jumlah maksimum komputer/router yang dilewati
(biasa disebut time to live atau TTL, untuk mencegah paket IP
terus-menerus berada di jaringan), alamat IP asal dan tujuan, dan
opsi-opsi (misalnya router yang harus dilewati).
ICMP bertugas mengirimkan pesan-pesan jika terjadi gangguan di
lapisan internet dan transport. Pesan kesalahan yang disampaikan oleh
ICMP, misalnya tujuan tidak dapat dicapai, jaringan atau host tujuan
tidak tercapai, protokol atau port tujuan tidak ada, dan lompatan antar
router sudah melebihi batas. ICMP juga dapat menerima query, misalnya
echo dan echo reply untuk mengecek koneksi antara dua host, waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai suatu host, dan netmask suatu host. Paket ICMP
tidak dikirim jika terjadi kegagalan atas suatu paket ICMP dan
paket-paket yang bersifat broadcast dan multicast.
ARP adalah komponen yang mencatat nomor hardware network adapter
suatu alamat IP pada jaringan lokal. Nomor hardware ini hanya digunakan
untuk komunikasi network adapter yang terletak di satu jaringan fisik.
Untuk tipe ethernet, nomor hardware terdiri atas 48 bit. Untuk mengetahui
nomor hardware suatu IP, ARP mengirim paket ARP request dan host yang
IP-nya sesuai dengan permintaan akan mengirim jawabannya. Terdapat juga
Reverse ARP (RARP) yang berkebalikan dengan ARP, yaitu menentukan IP dari
suatu nomor hardware.

2.3.4. Network Interface Layer
Network interface layer terdiri atas hardware jaringan dan
software-software pendukungnya, misalnya driver untuk network adapter.
Setiap arsitektur hardware memiliki lebar data yang disebut Maximum
Transfer Unit. Untuk ethernet adalah 1500 byte dan untuk PPP adalah 512
byte.

2.4. Routing
Routing pada prinsipnya adalah menemukan jalur terpendek ke
tujuan. Routing berjalan pada lapisan internet atau berhubungan dengan
IP. Suatu router akan mengecek apakah IP tujuan dari datagram yang
diterima adalah IP-nya walaupun nomor hardware tujuan pada paket adalah
nomor hardwarenya, jika bukan, router tersebut akan meneruskan (forward)
ke host tujuan atau ke router lain. Ada dua kategori routing, yaitu
routing statik dan routing dinamis. Pada kategori statik, informasi
routing bersifat tetap sedangkan pada kategori dinamik, informasi
didapatkan dari router lain dan dapat berubah-ubah sesuai kondisi
jaringan.
Informasi pada routing dinamis saling disebarkan oleh setiap
router ke router-router tetangganya. Untuk menjalankan routing dinamis
digunakan protokol routing yang terbagi atas dua jenis, yaitu interior
dan eksterior. Yang digolongkan sebagai interior adalah protokol RIP
(Routing Information Protokol) dan OSPF (Open Shortest Path), sedangkan
BGP (Border Gateway Protocol) digolongkan sebagai tipe eksterior.
Perbedaan antara tipe interior dan eksterior adalah tipe eksterior
dirancang untuk bekerja antar autonomous system, sedangkan tipe interior
untuk jaringan di dalam suatu autonomous system. Autonomous system
adalah jaringan yang berada dalam satu administrasi.

2.4.1. RIP (Routing Information Protocol)
Saat ini terdapat dua versi RIP, yaitu versi 1 dan versi 2. RIP
mempunyai cara kerja yang sederhana, yaitu memakai metode vektor jarak.
Dengan metode ini, router mencatat lompatan yang dibutuhkan untuk
mencapai router lain jika melewati suatu router tetangganya. Jumlah
lompatan diberi satuan metrik dengan satu lompatan sama dengan satu
metrik.
Contoh:
Router A bertetangga dengan router B dan C. Terdapat router J yang
berjarak lima metrik dengan B dan enam metrik dengan C. A yang
mendapat informasi mengenai J dari B dan C akan mencatat bahwa untuk
mencapai router J, membutuhkan enam lompatan jika melewati B dan
tujuh lompatan jika melewati C. Jadi jika ada paket dengan tujuan
J, A akan melewatkannya ke B.
Setiap router saling bertukar catatan setiap selang waktu
tertentu. Jika jumlah lompatan lebih dari 16, router akan menganggap
jaraknya tak hingga dan memilih router default jika ditentukan.
Terbatasnya jumlah hop adalah salah satu kelemahan sistem RIP.
Kelemahan yang lain, informasi routing disampaikan secara broadcast
sehingga membebani jaringan karena host nonrouter juga dikirimi, namun
sudah diperbaharui pada versi dua dengan kemampuan multicast.
Karena bentuk informasi routing yang demikian, adakalanya
informasi yang disampaikan dua router tidak sama sehingga menimbulkan
routing loop. Contoh routing loop, router A menganggap untuk mencapai
router C adalah melewati router B, tetapi router juga menganggap untuk
mencapai router C adalah melewati router A. Proses terjadinya routing
loop misalnya seperti ini:
Router A, B, dan C saling bertetangga sehingga catatan pada router
A dan B untuk mencapai router C:
Router A
ke C : 1
ke C lewat B : 2
Router B
ke C : 1
ke C lewat A: 2
Pada suatu saat, router C mati dan router A mengetahui lebih dahulu
daripada router B sehingga catatan untuk router C pada router A
dihapus. Sesudah itu terjadi pengiriman data routing dari B yang
belum tahu bahwa router C mati sehingga pada router A tercatat
kembali “ke C lewat B : 3 (2+1)”. Sesudah itu router B baru menyadari
bahwa router C mati dan menghapus data router C namun kemudian
datang info routing dari A bahwa “A ke C : 3” sehingga di B terdapat
catatan “ke C lewat A : 4”. Router A kembali menyadari bahwa C mati
namun kemudian mendapat informasi routing dari B sehingga catatan
untuk C muncul kembali, yaitu “ke C lewat B : 5”. Hal ini kan terjadi
terus menerus sampai nilai lompatan mencapai 16.
Untuk menghindari hal semacam ini, router dipaksa menyampaikan
informasi routing begitu ada perubahan dan tidak menunggu waktu yang
telah dijadualkan (triggered update). Selain itu juga digunakan sistem
split horizon. Contoh penerapan split horizon :
Router A dan C dihubungkan oleh router B. router B menyampaikan
informasi ke A bahwa jaraknya ke C adalah satu dan menyampaikan
ke C bahwa jaraknya ke A adalah satu. Sehingga pada A, jarak ke
C adalah dua melalui B dan pada C, jarak ke A adalah dua melalui
B. Dengan split horizon, router A tidak akan menyampaikan informasi
ke B mengenai router C pula dengan C, tidak akan menyampaikan
informasi ke B mengenai A.
Jadi pada split horizon, router tidak akan akan mengirim informasi
mengenai suatu router kepada router pemberi informasi. Split horizon di
atas adalah split horizon normal. Terdapat juga split horizon dengan
poisonnus reverse, yaitu router tetap mmberikan informasi mengenai suatu
router kepada sumber, tetapi memberikan nilai tidak terhingga. Dengan
poisonous reverse, router-router tetap dapat mengetahui bahwa suatu
jaringan ada.

2.4.2. Routing link state
Routing link state tidak menyimpan informasi dalam bentuk jumlah
lompatan yang diperlukan untuk mencapai suatu host atau network, tetapi
menyimpan informasi dengan router manakah suatu host bertetangga dan
suatu jalur melalui router mana saja. Contoh iformasi : router A
bertetangga dengan router router D dan router K, jalur 3 melalui router
9, router 2, dan router 5. Informasi hanya diberikan ke router-router
tetangga dan router penerima mengecek terlebih dahulu apakah informasi
yang diberikan isinya baru atau tidak, informasi yang tetap tidak akan
disamaikan ke router lain. Informasi pada routing link state disebut Link
State Advertisement (LSA). Dari data LSA, router kemudian menyusun
diagram pohon yang menunjukkan hubungan antar router kemudian menentukan
jalur terpendek untuk mencapai suatu host (shortest path first).
Protokol routing yang menggunakan sistem link state adalah OSPF. Dengan
menggunakan link state, routing loop dapat dihindari.
OSPF dapat juga menjalankan routing dengan sistem area dan
backbone. Setiap area dibatasi oleh router backbone dan router-router
backbone harus saling berhubungan. Router-router di dalam area hanya
menjalankan routing untuk internal areanya dan tidak mengetahui struktur
area yang lain.

2.5. Domain Name Service
DNS adalah cara untuk mempermudah akses terhadap suatu komputer
di jaringan global. Dengan berkembangnya World Wild Web, semakin banyak
orang yang mengakses host-host di internet dan bertambah juga jumlah host
di Internet.
Dalam DNS dikenal adanya Top Level Domain (TLD). Contoh TLD adalah
com (commercial), edu (pendidikan), dan mil (militer) sehingga terdapat
domain, misalnya apple.com, ibm.com, dan mit.edu. TLD seperti di atas
berdasarkan jenis organisasi. Dengan meningkatnya jumlah host, jumlah
kata yang terpakai semakin banyak, sehingga menyulitkan untuk mendapat
domain dengan kata-kata yang pendek dengan sistem TLD berbasis
organisasi. Inggris akhirnya memelopori penggunaan TLD berdasarkan
negara, contohnya co.uk dan ac.uk. Banyak negara yang mengikuti sistem
baru ini atau menggabungkannya dengan sistem lama. Untuk Indonesia,
berakhiran id, misalnya itb.ac.id. catcha.co.id. Singapura menggunakan
sistem gabungan, misalnya com.sg dan edu.sg. Biasanya hal ini
disesuaikan dengan kenyamanan penyebutan. Untuk TLD berdasar negra,
organisasi pengaturnya terdapat di negara yang bersangkutan, misalnya
IDNIC untuk Indonesia sedangkan untuk TLD sistem organisasi,
pengaturannya dilakukan oleh Internic.
Dalam DNS diperlukan adanya DNS server atau biasa disebut name
server yang menyimpan kaitan antara suatu IP dengan nama-nama host.
Selain berdasarkan kata-kata, ada juga sistem domain berdasarkan IP yang
disebut reverse domain dan mempunyai top level domain “in-addr.arpa”,
misalnya IP 156.132.5.x tergabung di domain 5.132.156.in-addr.arpa.
“itb.ac.id”, “ee.itb.ac.id”, “id”, dan http://www.microsoft.com dapat menjadi
nama host maupun domain atau biasa disebut zona. Setiap zona harus
memiliki setidaknya satu DNS server.
Terdapat dua kategori DNS server, yaitu primary server dan
secondary server. Secondary server membentuk zona refresh dengan primary
server dan hanya menyalin konfigurasi DNS dari primary server setiap
selang waktu tertentu sebagai cadangan jika primary server mengalami
gangguan.
Beberapa set konfigurasi yang diperlukan oleh sebuah name server
adalah file boot script, file zona termasuk untuk reverse domain, dan
file cache untuk server cache-only. File cache adalah rujukan menuju root
server global yang menangani domain level atas dan digunakan untuk
mengetahui host di luar domain lokal. File cache disediakan oleh
Internic. Bagian terpenting pada konfigurasi DNS adalah konfigurasi file
zona. Dalam file ini, dicatat kaitan antara alamat IP dengan nama-nama
host serta kedudukan hot-host tersebut. Sintak zona file adalah:
<hostname atau zona> <ttl> <address class> <tipe> <catatan spesifik>
Beberapa tipe yang banyak dipakai adalah:
a. IN SOA (Start of Authority)
Untuk mendeklarasikan suatu zona dan pengaturnya. Record ini
mutlak diperlukan dalam suatu name server
<zona> IN SOA <origin> <contact> (
serial
refresh
retry
expire
minimum
)
-Zona : Mendefinisikan zona DNS
-Origin : Primary DNS server
-Serial : Nomor seri zona file yang merupakan salah satu acuan
bagi secondary server, apakah record yang ada lebih baru.
Sebaiknya disesuaikan dengan saat pembuatan file, sintak yang
dianjurkan adalah YYYYMMDDHHmm
(tahun-bulan-tanggal-jam-menit). Sintak seperti di atas akan
membantu dalam melacak perubahan.
-Refresh : Selang waktu untuk secondary server mengecek data di
primary server.
-Retry : Lama waktu tunggu bagi secondary server untuk
mengulangi pengecekan jika usaha pengecekan sebelumnya gagal.
-Expire : Lama waktu data di secondary server kadaluarsa sejak
kegagalan refresh.
-Minimum : nilai time to live untuk semua record.
b. IN A (address)
Untuk menunjukkan IP suatu hostname.
<hostname> IN A <IP>
contoh :
salman.itb.ac.id IN A 167.205.206.100
menunjukkan bahwa host salman.itb.ac.id mempunyai IP
167.205.206.100.
c. IN NS (name server)
Untuk menunjukkan name server yang bertanggung jawab terhadap
suatu zona.
<zona> IN NS <name server>
contoh :
salman.itb.ac.id IN NS 167.205.206.100
salman.itb.ac.id IN NS ns2.itb.ac.id
Menunjukkan bahwa zona salman.itb.ac.id mempunyai name server di
alamat 167.205,206.97 dan host ns2.itb.ac.id.
d. IN MX (mail exchanger)
Mail exchanger adalah komputer yang bertugas menyimpan email suatu
host atau zona tujuan jika email tersebut tidak dapat sampai ke
host atau zona tersebut. Sebuah host atau zona biasanya memiliki
beberapa mail exchanger yang satu dengan yang lain dibedakan dengan
nomor prioritas, makin kecil nomor prioritas, makin diutamakan.
<zona atau hostname> IN MX <prioritas> <mail exchanger>
contoh :
salman.itb.ac.id IN MX 10 ns2.itb.ac.id
IN MX 20 mx.itb.ac.id
e. IN CNAME (nick name)
IN CNAME digunakan jika suatu host memiliki nama alias
<nick name> IN CNAME <hostname>
contoh :
http://ftp.salman.itb.ac.id IN CNAME http://www.salman.itb.ac.id
f. IN PTR (pointer)
Opsi ini digunakan pada reverse domain.
<IP> IN PTR <hostname>
contoh:
untuk reverse domain 2.123.156.in-addr.arpa
1 IN PTR r.salman.itb.ac.id
menunjukkan 156.123.2.1 mempunyai hostname r.salman.itb.ac.id

Thanks for Listening. ^_^ .


BAB 2 Fungsi Linier

April 8, 2010

Pengertian

Fungsi Linier atau fungsi berderajat satu ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu. Sesuai namanya, setiap persamaan linier apabila digambarkan akan menghasilkan sebuah garis lurus.

Bentuk umum persamaan linier adalah :

y = a + bx

dimana a adalah penggal garisnya pada sumbu vertikal y, sedangkan b adalah koefisien arah atau gradien garis yang bersangkutan.

2.2.Pembentukan Persamaan Linier

Sebuah persamaan linier dapat dibentuk melalui beberapa macam cara, tergantung pada data yang tersedia. Berikut ini dicontohkan empat macam cara yang dapat ditempuh untuk membentuk sebuah persamaan linier, masing-masing berdasarkan ketersediaan data yang diketahui. Keempat cara yang dimaksud adalah :

Cara dwi-koordinat

Dari dua buah titik dapat dibentuk sebuah persamaan linier yang memenuhi kedua titik tersebut. Apabila diketahui dua buah titik A dan B dengan koordinat masing-masing (x1,y1) dan (x2,y2),maka rumus persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal:

Misalkan diketahui titik A(2,3) dan titik B(6,5), maka persamaan liniernya:

4y -12 = 2x – 4, 4y = 2x+ 8 , y = 2 + 0,5 x

Cara koordinat-lereng

Apabila diketahui sebuah titik A dengan koordinat (x1,y1) dan lereng garisnya b, maka persamaan liniernya adalah :

Contoh Soal :

Andaikan diketahui bahwa titik A(2,3) dan lereng garisnya adalah 0,5 maka persamaan linier yang memenuhi kedua persamaan kedua data ini adalah

Cara penggal-lereng

Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggalnya pada salah satu sumbu (a) dan lereng garis (b) yang memenuhi persamaan tersebut, maka persamaan liniernya adalah :

y=ax+b ; a = penggal, b = lereng

Contoh Soal :

Andaikan penggal dan lereng garis y =f (x) masing-masing adalah 2 dan 0,5, maka persamaan liniernya adalah : y=2+5x

Cara dwi-penggal

Sebuah persamaan linier dapat pula dibentuk apabila diketahui penggal garis pada masing-masing sumbu, yaitu penggal pada sumbu vertikal (ketika x = 0) dan penggal pada sumbu horisontal ( ketika y = 0), maka persamaan liniernya adalah :

; a = penggal vertikal, b = penggal horisontal

Contoh Soal :

Andaikan penggal sebuah garis pada sumbu vertikal dan sumbu horisontal masing-masing 2 dan -4 , maka persamaan liniernya adalah :

2.3.Hubungan Dua garis lurus

Berimpit

Dua garis lurus akan berimpit apabila persamaan garis yang satu merupakan kelipatan dari garis yan lain. Dengan demikian , garis akan berimpit dengan garis , jika

Sejajar

Dua garis lurus akan sejajar apabila lereng/gradien garis yang satu sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis akan sejajar dengan garis , jika

  1. Berpotongan

Dua garis lurus akan berpotongan apabila lereng/gradien garis yang satu tidak sama dengan lereng/gradien dari garis yang lain. Dengan demikian , garis akan berpotongan dengan garis , jika

Tegak lurus

Dua garis lurus akan saling tegak lurus apabila lereng/gradien garis yang satu merupakan kebalikan dari lereng/gradien dari garis yang lain dengan tanda yang berlawanan. Dengan demikian , garis akan tegak lurus dengan garis , jika atau

Penerapan Ekonomi

Fungsi Permintaan, Fungsi Penawaran dan Keseimbangan Pasar

Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang diminta oleh konsumen dengan variabel harga serta variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. Variabel tersebut antara lain harga produk itu sendiri, pendapatan konsumen, harga produk yang diharapkan pada periode mendatang, harga produk lain yang saling berhubungan dan selera konsumen

Bentuk Umum Fungsi Permintaan :

Q = a – bP  atau

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price, harga) dan variable Q (quantity, jumlah) mempunyai tanda yang berlawanan. Ini mencerminkan, hukum permintaan yaitu apabila harga naikl jumlah yang diminta akan berkurang dan apabila harga turun jumlah yang diminta akan bertambah.

Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran menunjukkan hubungan antara jumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan variabel  harga dan variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu. Variabel tersebut antara lain harga produk tersebut, tingkat teknologi yang tersedia, harga dari faktor produksi (input) yang digunakan, harga produk lain yang berhubungan dalam produksi, harapan produsen terhadap harga produk tersebut di masa mendatang

Bentuk Umum :

Q = -a + bP  atau

Dalam bentuk persamaan diatas terlihat bahwa variable P (price, harga) dan variable Q (quantity, jumlah) mempunyai tanda yang sama, yaitu sama-sama positif. Ini mencerminkan,

hukum penawaran yaitu apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan berkurang.

Keseimbangan Pasar

Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Syarat Keseimbangan Pasar  :

Qd = Qs

Qd = jumlah permintaan

Qs = jumlah penawaran

E    = titik keseimbangan

Pe = harga keseimbangan

Qe = jumlah keseimbangan

Contoh Soal  :

Fungsi permintaan ditunjukan oleh persamaan Qd = 10 – 5P dan fungsi penawarannya  adalah Qs =  – 4 + 9P

a.  Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?

b.  Tunjukkan secara geometri !

Jawab  :

a.)  Keseimbangan pasar :

Qd =     Qs

10 – 5 P           =  – 4 + 9P

14P       =     14

P       =      1  ≡  Pe

Q    =  10 – 5P

Q     =  5      ≡ Qe

Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 5,1 )

2.4.2.Pengaruh Pajak Terhadap Keseimbangan Pasar

Jika produk dikenakan pajak t per unit, maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut, baik harga maupun jumlah keseimbangan. Biasanya tanggungan pajak sebagian dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang. Keseimbangan pasar sebelum dan sesudah kena pajak dapat digambarkan sebagai berikut.

Pengenaan pajak sebesar t atas setiap unit barang yang dijual menyebabkan kurva penawaran bergeser ke atas, dengan penggal yang lebih besar pada sumbu harga. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ + t

Beban pajak yang ditanggung oleh konsumen :   tk =  Pe‘ – Pe

Beban pajak yang ditanggung oleh produsen :    tp =  t – tk

Jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah :    T  =  t x Qe

Contoh soal  :

Diketahui suatu produk ditunjukkan fungsi permintaan P = 7 + Q dan fungsi penawaran

P = 16 – 2Q. Produk tersebut dikenakan pajak sebesar Rp. 3,-/unit

  1. Berapa harga dan jumlah keseimbangan pasar sebelum dan sesudah pajak ?
  2. Berapa besar penerimaan pajak oleh pemerintah ?
  3. Berapa besar pajak yang ditanggung kosumen dan produsen ?

Jawab :

  1. Keseimbangan pasar sebelum pajak

Qd =      Qs

7 + Q    =  16 – 2Q                              P  =  7 + Q

3Q        =  9                                         P  =  7 + 3

Qe =  3                                         Pe =  10

Jadi keseimbangan pasar sebelum pajak E ( 3,10 )

Keseimbangan pasar sesudah pajak

Fungsi penawaran menjadi :

P    =  16 – 2Q + t

=  16 – 2Q + 3

=  19 – 2Q                                           Os     =      Qd

19 – 2Q  =   7 + Q

3Q     =    12

Qe‘  =    4

P     =  19 – 2Q

=  19 – 8

Pe‘   =  11

Jadi keseimbangan pasar setelah pajak E’ ( 4,11 )

  1. T    =  t x Qe

=  3 . 4

=  12  ( Besarnya penerimaan pajak oleh pemerintah Rp. 12,- )

  1. tk =  Pe‘ – Pe

=  11 – 10

=  1  ( Besar pajak yang ditanggung konsumen Rp. 1,- )

tp =  t – tk

=  3 – 1

=  2  ( Besar pajak yang ditanggung produsen Rp. 2,- )

2.4.3.Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar

Subsidi yang diberikan atas produksi/penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah.

Jika produk dikenakan subsidi s per unit, maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser. Jika sebelum pajak persamaan penawarannya P = a + bQ, maka sesudah pajak ia akan menjadi P = a + bQ – s

Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen :   sk =  Pe – Pe

Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen :    sp =  s – sk

Jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah :    S  =  s x Qe

Contoh Soal  :

Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Qd = 12–2P sedangkan penawarannya Qs =  -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2,- setiap unit barang.

a.  Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ?

b.  Berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ?

c.  Berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ?

d.  Berapa subsidi yang diberikan pemerintah ?

Jawab  ;

a.)    Keseimbangan pasar sebelum subsidi

Qd =     Qs Q  =  12 – 2P

12 – 2P  =  -4 + 2P                                         =  12 – 8

P       =   16                                           Qe =  4

Pe =    4                    ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi E = ( 4, 4 ))

b.)    Keseimbangan pasar sesudah subsidi :

Qd   =  12 – 2P    =>     P  =  ½ Qd + 6

Qs   =  -4 + 2P     =>     P  =  ½ Qs + 2

Sesudah Subsidi Fungsi Penawaran menjadi

P  =  ½ Q + 2 – 2

P  =  ½ Q

Sehingga Kesimbangan pasar sesudah subsidi menjadi :

– ½ Q + 6  =  ½ Q

Qe‘     =    6

P  =  ½ Q

Pe‘  =  3

( Keseimbangan pasar setelah subsidi E’ = ( 6, 3 ) )

c.)     sk =  Pe – Pe‘                                                              sp =  s – sk

=   4 – 3                                                                              =  2 – 1

=  1                                                                                     =  1

(Besar subsidi untuk konsumen Rp. 1,- )     ( Besar subsidi untuk produsen = Rp. 1,- )

d.)  Subsidi yang diberikan pemerintah

S    =  s x Qe

=  2 . 6

=  12

2.4.4.Fungsi Biaya dan Fungsi Penerimaan

Fungsi Biaya

Biaya total (total cost) yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost). Sifat biaya tetap adalah tidak tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan, biaya tetap merupakan sebuah konstanta. Sedangkan biaya variabel tergantung pada jumlah barang yang dihasilkan. Semakin banyak jumlah barang yang dihasilkan semakin besar pula biaya variabelnya. Secara matematik, biaya variabel merupakan fungsi dari jumlah barang yang dihasilkan.

FC = k

VC = f(Q) = vQ

C = g (Q) = FC + VC = k + vQ

Keterangan ;

FC = biaya tetap

VC= biaya variabel

C = biaya total

k = konstanta

V = lereng kurva VC dan kurva C

Contoh Soal :

Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q. Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ?

Jawab :

FC = 20.000

VC = 100 Q

C = FC + VC → C = 20.000 +  100 Q

Jika Q = 500, C = 20.000 + 100(500) = 70.000

Fungsi Penerimaan

Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut.

R = Q x P = f (Q)

Contoh Soal:

Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200,00 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ?

Jawab :

R = Q x P

= Q x 200 = 200Q

Bila Q = 350 → R = 200 (350)  = 70.000

2.4.5.Analisis Pulang Pokok

Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, π = 0 ) terjadi apabila R = C ; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian. Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C.

Contoh Soal :

Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukan oleh persamaan C = 20.000 + 100 Q dan penerimaan totalnya R = 200 Q. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan mengalami pulang pokok ? apa yang terjadi jika perusahaan memproduksi 150 unit ?

Jawab ;

Diketahui :

C  =  20.000 + 100Q

R  =  200Q

Syarat Pulang Pokok

R  =  C

300Q  =  20.000 + 100Q

200Q  =  20.000

Q  =  100

Jadi pada tingkat produksi 100 unit dicapai keadaan pulang pokok

Jika Q = 150, maka

π = R – C

= 300Q  – ( 20.000 + 100Q)

=     200 Q – 20.000

= 200(150) – 20.000

= 10.000

( Perusahaan mengalami keuntungan sebesar Rp. 10.000,- )


Bab 3 Fungsi Non Linier

Maret 31, 2010

3.1 Fungsi Kuadrat

Fungsi kuadrat atau fungsi berderajat dua ialah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat dua. Mengingat pangkat dua dalam persamaan kuadrat sesungguhnya dapat terletak pada baik variable x maupun variable y, bahkan pada suku xy(jika ada) maka bentuk yang lebih umum untuk suatu persamaan kuadrat ialah :

3.1.1 Lingkaran

Bentuk Umum persamaan lingkaran ialah : ax2 + by2 + cx + dy + e = 0

Jika i dan j masing-masing adalah jarak pusat lingkaran terhadap sumbu vertikal y dan sumbu horizontal x, sedangkan r adalah jari-jari lingkaran, maka persamaan baku lingkaran menjadi : ( x – i )2 + ( y – j )2 = r2 , dengan



3.1.2.Ellips

Bentuk baku rumus ellips

3.1.3.Hiperbola

, jika sumbu lintang sejajar sumbu x

, jika sumbu lintang sejajar sumbu y

3.1.4.Parabola

Bentuk umum persamaan parabola adalah :

y = ax2 + bx + c, jika sumbu simetri sejajar sumbu vertical

atau

x = ay2 +by +c, jika sumbu simetri sejajar sumbu horisontal

3.2.Penerapan Ekonomi

3.2.1.Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar

Selain berbentuk fungsi linier, permintaan dan penawaran dapat pula berbentuk fungsi non linier. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran yang kuadratik dapat berupa potongan lingkaran, potongan elips, potongan hiperbola maupun potongan parabola. Cara menganalisis keseimbangan pasar untuk permintaan dan penawaran yang non linier sama seperti halnya dalam kasus yang linier. Keseimbangan pasar ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs, pada perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran.

Keseimbangan Pasar :

Qd = Qs

Qd = jumlah permintaan

Qs = jumlah penawaran

E    = titik keseimbangan

Pe = harga keseimbangan

Qe = jumlah keseimbangan

Analisis pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar juga sama seperti pada kondisi linier. Pajak atau subsidi menyebabkan harga jual yang ditawarkan oleh produsen berubah, tercermin oleh berubahnya persamaan penawaran, sehingga harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasarpun berubah. Pajak menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih tinggi dan jumlah keseimbangan menjadi lebih sedikit. Sebaliknya subsidi menyebabkan harga keseimbangan menjadi lebih rendah dan jumlah keseimbangan menjadi lebih banyak.

Contoh Soal:

Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan Qd = 19 – P2 , sedangkan fungsi penawarannya  adalah Qs =  –8 + 2P2 . Berapakah harga dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?

Jawab  :

Keseimbangan Pasar

Qd =     Qs

19 – P2 =  –8 + 2P2

P2 =     9

P        =      3  ≡  Pe

Q        =  19 – P2

=  19 – 32

Q        =  10   ≡ Qe

Harga dan jumlah keseimbangan pasar adalah E ( 10,3 )

Jika misalnya terhadap barang yang bersangkutan dikenakan pajak spesifik sebesar 1 (rupiah) per unit, maka persamaan penawaran sesudah pengenaan pajak menjadi :

Qs‘ = –8 + 2(P–1)2 = –8 + 2(P2–2P+1) = –6 –4P+ 2P2

Keseimbangan pasar yang baru :

Qd = Qs

19 – P2 = –6 – 4P + 2P2

3P2 – 4P – 25 = 0

Dengan rumus abc diperoleh P1= 3,63 dan P2 = –2,30, P2 tidak dipakai karena harga negative adalah irrasional.

Dengan memasukkan P = 3,63 ke dalam persamaan Qd atau Qs‘ diperoleh Q = 5,82.

Jadi, dengan adanya pajak : Pe = 3,63 dan Qe = 5,82

Selanjutnya dapat dihitung beban pajak yang menjadi tanggungan konsumen dan produsen per unit barang, serta jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah, masing-masing :

tk = Pe ­– Pe = 3,63 – 3 = 0,63

tp = t – tk = 1 – 0,63 = 0,37

T = Qe x t = 5,82 x 1 = 5,82

3.2.2.Fungsi Biaya

Selain pengertian biaya tetap, biaya variable  dan biaya total, dalam konsep biaya dikenal pula pengertian biaya rata-rata (average cost) dan biaya marjinal (marginal cost). Biaya rata-rata adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan tiap unit produk atau keluaran, merupakan hasil bagi biaya total terhadap jumlah keluaran yang dihasilkan. Adapun biaya marjinal ialah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghsilkan satu unit tambahan produk

Biaya tetap                        :     FC = k

Biaya variable                  :     VC = f(Q) = vQ

Biaya total                         :       C = g (Q) = FC + VC = k + vQ

Biaya tetap rata-rata     :

Biaya variable rata-rata     :

Biaya rata-rata                  :

Biaya marjinal                  :

Bentuk non linier dari fungsi biaya pada umumnya berupa fungsi kuadrat parabolic dan fungsi kubik. Hubungan antara biaya total dan bagian-bagiannya secara grafik dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Biaya total merupakan fungsi kuadrat parabolik

Andaikan C = aQ2 – bQ + c  maka  dan

Maka

  1. Biaya total merupakan fungsi kubik

Andaikan C = aQ3 – bQ2 + cQ + d maka dan FC=D

Maka

Contoh Soal :

Biaya total yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan

C = 2Q2 – 24 Q + 102. Pada tingkat produksi berapa unit biaya total ini minimum? Hitunglah besarnya biaya total minimum tersebut. Hitung pula besarnya biaya tetap, biaya variable, biaya rata-rata, biaya tetap rata-rata dan biaya variable rata-rata pada tingkat produksi tadi. Seandainya dari kedudukan ini produksi dinaikkan dengan 1 unit, berapa besarnya biaya marjinal?

Jawab :

Berdasarkan rumus titik ekstrim parabola, C minimum terjadi pada kedudukan

Besarnya C minimum = 2Q2 – 24 Q + 102

= 2(6)2 – 24(6) + 102 = 30

Atau C minimum dapat juga dicari dengan rumus ordinat titik ekstrim parabola, yaitu

Selanjutnya, pada Q = 6

Jika Q = 7, C =  2(7)2 – 24(7) + 102 = 32

Berarti untuk menaikkan produksi dari 6 unit menjadi 7 unit diperlukan biaya tambahan (biaya marjinal) sebesar 2.

Fungsi Penerimaan

Bentuk fungsi penerimaan total (total revenue, R) yang non linear pada umumnya berupa sebuah persamaan parabola terbuka ke bawah.

Penerimaan total merupakan fungsi dari jumlah barang , juga merupakan hasilkali jumlah barang dengan harga barang per unit. Seperti halnya dalam konsep biaya, dalam konsep penerimaanpun dikenal pengertian rata-rata dan marjinal. Penerimaan rata-rata (average revenue, AR) ialah penerimaan yang diperoleh per unit barang, merupakan hasilbagi penerimaan total terhadap jumlah barang. Penerimaan marjinal (marginal revenue, MR) ialah penerimaan tambahan yang diperoleh dari setiap tambahan satu unit barang yang dihasilkan atau terjual.

Penerimaan total               R = Q x P = f (Q)

Penerimaan rata-rata

AR = R/Q

Penerimaan marjinal

MR =

Contoh :

Fungsi permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen monopolis ditunjukkan oleh P = 900 – 1,5 Q. Bagaimana persamaan penerimaan totalnya? Berapa besarnya penerimaan total jika terjual barang sebanyak 200 unit, dan berapa harga jual perunit? Hitunglah penerimaan marjinal dari penjualan sebanyak 200 unit menjadi 250 unit. Tentukan tingkat penjualan yang menghasilkan penerimaan total maksimum, dan besarnya penerimaan maksimum tersebut.

Jawab :

P = 900 – 1,5 Q  R = Q x P = 900 Q – 1,5 Q2

Jika Q = 200 ,  R = 900 (200) – 1,5(200)2 = 120.000

P = 900 – 1,5 (200) = 600

Atau

Jika Q = 250 ,  R = 900 (250) – 1,5(250)2 = 131.250

R = 900 Q – 1,5 Q2

R maksimum pada

Besarnya R maksimum = 900 (300) – 1,5(300)2 = 135.000

3.2.3.Keuntungan, Kerugian dan Pulang Pokok

Analisis Pulang Pokok (break-even) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, π = 0 ) terjadi apabila R = C ; perusahaan tidak memperoleh keuntungan tetapi tidak pula menderita kerugian.  Secara grafik hal ini ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva R dan kurva C.

Tingkat produksi Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan pulang pokok, sebab penerimaan total sama dengan pengeluaran (biaya) total, R = C. Area disebelah kiri Q1 dan sebelah kanan Q4 mencerminkan keadaan rugi, sebab penerimaan total lebih kecil dari pengeluaran total, R < C. Sedangkan area diantara Q1 dan Q4 mencerminkan keadaan untung, sebab penerimaan total lebih besar dari pengeluaran total, R > C. Tingkat produksi Q3 mencerminkan tingkat produksi yang memberikan penerimaan total maksimum. Besar kecilnya keuntungan dicerminkan oleh besar kecilnya selisih positif antara R dan C. Keuntungan maksimum tidak selalu terjadi saat R maksimum atau C minimum.

Contoh soal :

Penerimaan total yang diperoleh sebuah perusahaan ditunjukkan oleh persamaan R = -0,1Q2 + 20Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkan C = 0,25Q3 – 3Q2 + 7Q + 20. Hitunglah profit perusahaan ini jika dihasilkan dan terjual barang sebanyak 10 dan 20 unit ?

Jawab ;

π  =  R – C = -0,1Q2 + 20Q – 0,25Q3 + 3Q2 – 7Q – 20

π  =  – 0,25Q3 + 2,9Q2 + 13Q – 20

Q  =  10  π  =  – 0,25(1000) + 2,9(100) + 13(10) – 20

=   –250 + 290 +130 – 20 = 150 (keuntungan )

Q  =  20  π  =  – 0,25(8000) + 2,9(400) + 13(20) – 20

=   –2000 + 1160 +260 – 20 = – 600 (kerugian )

Contoh Soal :

Penerimaan total yang diperoleh suatu perusahaan ditunjukkan oleh fungsi R =  – 0,1Q2 + 300Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkannya C = 0,3Q2 – 720Q + 600.000. Hitunglah :

  1. Tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum ?
  2. Tingkat produksi yang menunjukkan biaya  total minimum ?
  3. Manakah yang lebih baik bagi perusahaan, berproduksi menguntungkan berproduksi pada tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum atau biaya total minimum ?

Jawab :

R =  – 0,1Q2 + 300Q

C = 0,3Q2 – 720Q + 600.000

R maksimum terjadi pada

C minimum terjadi pada

π pada R maksimum

Q = 1500   π = – 0,4Q2 + 1020Q – 600.000

= – 0,4(1500)2 + 1020(1500) – 600.000

=  30.000

  1. π pada C minimum
  2. Q = 1200   π = – 0,4Q2 + 1020Q – 600.000

= – 0,4(1200)2 + 1020(1200) – 600.000

=  30.000

3.3. Soal-Soal Latihan

  1. Hitunglah harga dan jumlah keseimbangan pasar dari suatu barang yang permintaan dan penawarannya masing-masing ditunjukkan oleh persamaanQd=40 –P2 dan Qs = -60+3 P2.
  2. Hitunglah harga dan jumlah keseimbangan pasar dari suatu barang yang permintaan dan penawarannya masing-masing ditunjukkan oleh persamaan Qd=20– P2 dan Qs=-28+ 3 P2.
  3. Penerimaan total yang diperoleh suatu perusahaan ditunjukkan oleh fungsi                       R= – 3Q2+ 750Q, sedangkan biaya total yang dikeluarkannya C = 5Q2 – 1000Q + 85.000. Hitunglah :

a. Tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum ?

b.Tingkat produksi yang menunjukkan biaya  total minimum ?

c. Manakah yang lebih menguntungkan berproduksi pada tingkat produksi yang menghasilkan penerimaan total maksimum atau biaya total minimum ?


Variabel dan Tipe Data VB

Maret 31, 2010

Variabel merupakan tempat penampungan data selama program sedang berjalan. Misalnya data nama barang, data harga barang, atau data tanggal penjualan. Data tersebut perlu disimpan dalam sebuah variabel, yang sesuai dengan jenis datanya.

Sebenarnya, VB tidak semata-mata hanya membuat tampilan, mengubah properti dari control, dan mencegat event-event. Lebih dari itu, VB merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai berbagai jenis tipe data serta operasi-operasinya.

Tipe Jangkauan
Integer -32.768 s/d 32.768
Long -2.147.483.648 s/d 2.147.483.648
Single -3.403823 e38 s/d -1.401298 e-45

1.401298 e-45 s/d 3.403823 e38 ( positif)

Double 4,9406564584127 e324 s / d 1.797,9313486232 e308 ( positif )
Currency 922.337,203,685,477.5807 s/d 922.337,203,685,477.5808
String 0 s/d 65.500 karakter ( win31)

0 s/d 232 Karakter ( Win95/NT)

Boolean True atau False
Date 1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999
Object Referensi Obyek
Byte 0 s/d 255
Variant Null, Error, numeric dengan tipe double,karakter teks,obyek atau array

Kita tidak bisa menyamakan antara variabel untuk menampung tanggal, dan variabel untuk menampung nama barang. Operasi antara kedua jenis variabel tersebut berbeda. Sintaks untuk menugaskan sebuah variabel, agar dapat menampung data yang sesuai adalah:

Dim Namavariabel  as jenisVariabel

Misalnya untuk mendeklarasikan sebuah variabel agar dapat menampung angka yang dengan jenis Integer, perintahnya adalah:

Dim Nilai as Integer

‘untuk memberi nilai  dapat diberikan perintah:

Nilai  =54

B. Variabel Global vs Variabel Lokal

Tidak semua variabel sama. Bukan hanya masalah jenis yang berbeda, tapi ruang lingkup variabel juga bisa berbeda. Ada variabel yang selalu tersedia selama program dijalankan, tapi ada juga variabel yang baru dibuat saat subrutin (Click misalnya) dijalankan , dan dibuang begitu keluar dari subrutin tersebut.

Variabel yang dapat dipakai selama program berjalan disebut dengan variabel global.

Sedangkan variabel yang baru dibuat saat suatu subrutin, atau modul dijalankan disebut variabel lokal.

Variabel yang bersifat global dideklarasikan dengan menggunakan kata Public. Contoh:

Public Referensi as Long

Variabel Referensi ini akan dikenali oleh seluruh program (form dan subrutin yang ada dalam program tersebut). Nilai dari variabel tersebut dapat diubah, dan dibaca pada bagian manapun di dalam program.

Untuk variabel lokal, dideklarasikan di dalam sebuah subrutin atau modul, dengan menggunakan kata Private atau Dim.

Contoh:

Private Sub cmdCancei_CHck() . Dim NIK As String

Dim Gdpok As. Double, Bonus As Double

End Sub

Variabel NIK, Gapok, dan Bonus hanya dikenali pada sub cmdCancel_Click. Variabel ini tidak dapat dibaca, atau diubah niiainya oleh subrutin lain.

B. Option Explicit

Bila terjadi kesalahan dalam penulisan variable, maka kita bisa mengatur program sehingga bisa menelusuri kesalahan itu. Dengan menggunakan Option Explicit

Contoh

General                              Declaration

Option Explicit

Private Sub Command1_Click()

Dim coba As String

Dim cba As String

cba = “ini Percobaan ”

Print cba

End Sub

C. Tipe Data Angka

Dalam banyak situasi di kehidupan, kita selalu menemui angka. Pukul 03:00, Rp. 15.000, 12 potong, 350 watt, 1.2 nanometer, dan banyak lagi. Angka pada VB tidak hanya sekedar angka. VB membedakan angka menjadi tiga grup, yaitu Bilangan Bulat (Integer), Floating point, dan Currency.

– Bilangan bulat, sesuai dengan namanya, hanya dapat menyimpan angka yang tidak mengandung desimal (pecahan). VB membagi bilangan bulat ini menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Tipe data integer. Tipe data ini dapat menampung angka dengan jangkauan –
    32.768 sampai dengan 32.767. Variabel ini dikenal dengan nama bilangan bulat
    16 bit. Sejak VB memulai debutnya pada platform Windows 32 bit, popularitas tipe data ini digeser oleh tipe data long.
  • Tipe data long. Tipe data long, mempunyai jangkauan -2.147.483.648 sampai
    dengan 2.147.483.647, dan dikenal sebagai bilangan bulat 32 bit.
  • Tipe data byte. Tipe data dengan ukuran terkecil, yaitu 8 bit. Jangkauannya dari 0 sampai dengan 255. Anda dapat menggunakan tipe data byte ini untuk suatu nilai yang memang Anda yakin tidak akan lebih dari 255 (seperti nilai test, ukuran sepatu, tinggi badan).
  • Tipe data boolean. Variabel boolean adalah variabel yang unik. Dapat termasuk
    sebagai tipe data bilangan bulat, karena dapat diisi dengan angka 0 dan -1.
    Angka 0 berarti false dan -1 berarti true. Menggunakan variabel boolean
    (dengan nilai true dan false) akan mempermudah pembacaan program.

– Floating Point adalah tipe data yang dapat menyimpan angka dengan pecahan. VB membedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Tipe data single. Tipe data ini, dapat menampung angka negatif dengan
    jangkauan -3.402823E38 hingga -1.401298E-45, dan angka positif dengan
    jangkauan 1.401298E-45 hingga 3.402823E38. Huruf E menunjukkan 10
    pangkat, misalnya pada -3.402823E38 berarti -3.402823 x 1038. Tipe data ini
    membutuhkan 4 byte memori, dan merupakan tipe floating point yang paling
    sederhana (dan paling tidak presisi).
  • Tipe data double. Daya tampung tipe data double adalah –

1.79769313486232E308 hingga -4.94065645841247E-324 untuk bilangan negatif, dan 4.9406564581247E-324 sampai 1.79769313486232E308 untuk bilangan positif. Kenyataan yang sebenarnya, operasi terhadap tipe data single tidak secepat tipe data double ini.

  • Tipe data decimal, merupakan tipe data dengan presisi yang lebih tinggi
    dibandingkan tipe data double, namun punya jangkauan yang lebih kecil.
    Jangkauannya adalah ?79.228.162.514.264.337.593.543.950.335 atau
    ‘7.9228162514264337593543950335 (dengan 28 angka di belakang koma).
  • Tipe data decimal ini adalah satu-satunya tipe data yang tidak dapat Anda
    deklarasikan dengan cara deklarasi biasa, seperti dim … as …, untuk
    mendeklarasikan tipe data decimal ini dengan menggunakan fungsi konversi
    CDec:

Dim v As Variant

V= CDec(Text.Text)

Tipe data currency adalah tipe data khusus untuk menyimpan bilangan decimal dalam format fixed-point. Tidak seperti floating point (single atau double), tipe data currency selalu terdiri dari 4 angka desimal, dengan jangkauan -922.337.203.685.477,5808, hingga 922.337.203.685.477,5807. Menggunakan operasi dengan tipe data currency ini, lima kali lebih lambat dibandingkan mengoperasikan bilangan dengan tipe data double.

D. Tipe Data String

String didefinisikan sebagai kumpulan karakter. Karakter dapat berupa huruf, angka, atau bahkan tanda baca. Misalnya: “dr. Andi”, “Jalan Nakula Raya 1 No. 70”, “111111”.

Visual Basic mengenal dua jenis string, yaitu variable-length dan fixed-length. Untuk mendeklarasikan variabel string variable-length, dengan menggunakan perintah:

Dim namavariabel as String

Sedangkan untuk variabel string fixed-length, pendeklarasiannya:

Dim namavariabel as String * panjang

Jika Anda adalah seorang programmer yang mementingkan kecepatan, Anda sebaiknya menggunakan variabel string variable-length. Dibandingkan dengan fixed-length, pemrosesan untuk variable-length lebih cepat. Hal ini disebabkan karena fungsi-fungsi string di dalam VB, dirancang untuk variabel string yang berjenis variable-length.

Memberi nilai string pada suatu variabel, dapat dilakukan dengan menambahkan tanda kutip ganda di awal, dan di akhir suatu string. Misalnya:

Dim nama as String nama = “dr. Andi”

D. Tipe Data Date

Pada VB, tanggal dan jam disimpan dalam sebuah variabel numerik yang berjenis floating point sebesar 8 byte. Nilai pada variabel tersebut sebenarnya berupa jumlah hari sejak tanggal 30 Desember 1899. Misalnya tanggal saat ini adalah 15 Oktober 2005, jam 15:00, maka variabel tersebut akan bernilai 38.640, 625. Artinya sejak tanggal 30 Desember 1899 hingga saat ini, ada 38.640 hari, dan 0.625 nienunjukkan bahwa hari itu telah dilewati 625/1000 bagian (15 jam dari 24 jam). Namun Anda tidak perlu tahu bagaimana mekanisme konversi yang terjadi, VB telah menanganinya dengan sempurna.

Karena tanggal dan jam pada VB sebenarnya adalah variabel numerik, maka Anda dapat dengan mudah memberikan operasi aritmatika (seperti penambahan dan pengurangan) terhadap suatu tanggal. Misalnya jika Anda ingin mendapatkan tanggal besok, Anda dapat memberikan perintah:

DIM TglBesok As Date

TglBesok = date()+1

Date adalah fungsi yang mengembalikan tanggal sesuai dengan tanggal yang ada pada sistem. Sedangkan penambahan 1, berarti 1 hari ke depan.

Jika Anda mengonversi suatu tipe data numerik ke dalam tipe data date, maka VB akan mengambil angka yang bulat sebagai tanggal dan angka desimal (angka di belakang koma) sebagai waktu. Perhatikan kode di bawah ini:

Dim numerik As Double

Dim tanggal As Date

numerik = 3005 / 12.6

tanggal  = numerik

Print numerik      ‘  menghasilkan 238.492063492063

Print tanggal       ‘ menghasilkan 8/25/1900 11:48:34 AH

Dari hasil di atas, nampak bahwa 238 hari sejak 30 Desember 1899 adalah 25 Agustus 1900, sedangkan pecahan 0,492063492063 menunjukkan bagian hari itu yang telah dilewati, atau sekitar pukul 11:48:34.

Walaupun variabel date merupakan variabel numerik, namun bukan berarti untuk memberi nilai ke variabel date harus menggunakan angka (dan pasti amat menyulitkan untuk sekedar memberi nilai tanggal 15 Oktober 2005, dengan menggunakan 38.640). VB menyediakan cara untuk menuliskan secara langsung tanggal untuk memberi nilai suatu variabel date, yaitu dengan menggunakan tanda #.

Contoh Memberi Nilai suatu Variabel date :

Dim tgl As Date

tgl = #10/13/2005#                        ‘tanggal 13 Oktober 2005

tgl  = #1 Oct 2005#                       ‘ tanggal 1 Oktober 2005

tgl = #Sept 25 2005#                    ‘ tanggal 25 September 2005

tgl = #2 8 2005#                             ‘ tanggal 8 Februari 2005

Namun, jika Anda menggunakan cara ini, akan terjadi ambigu untuk contoh terakhir. Untuk setting regional Amerika, tgl =#2 8 2005# berarti 8 Februari 2005, sedangkan untuk setting regional Indonesia, tgl = #2 8 2005# berarti 2 Agustus 2005. Untungnya, VB menyediakan fungsi yang konsisten dalam memberi nilai untuk suatu variabel tanggal, yaitu DateSerial. Format penulisan DateSerial adalah:

Tanggal  = DateSerial (tahun, bulan, hari)

Dengan menggunakan fungsi DateSerial, Anda dapat memastikan bahwa parameter pertama adalah tahun, kedua bulan, dan yang ketiga adalah hari.

D. Tipe Data Array

Array adalah sekumpulan data yang dalam urutan tertentu. Misalnya, kumpulan hari dan nama bulan, kumpulan alamat rumah, dan sebagainya.

NamasSiswa { Udin, Salma, Karomah, Jaksen, Edo, Gunadi }

NamaHari { Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu }

Array pada VB dapat dibuat secara statis maupun dinamis. Untuk array yang statis, Anda harus mendeklarasikan terlebih dulu berapa banyak elemen data yang dapat disimpan. dalam array tersebut. Untuk membuat array statis, Anda dapat menggunakan perintah DIM.

Dim NamaSiswa(6)  AS String

Indeks dari array tersebut, dimulai dari angka 0, sehingga array NamaHari dapat menampung 6 buat elemen data. Dalam kenyataannya, array yang berjenis statis ini tidak fleksibel. Misalnya ketika nama-nama presiden yang harus disimpan lebih dari 11 nama, maka array NamaHari menjadi tidak cukup.

Untuk itulah diperlukan array jenis kedua, yaitu array dinamis yang dapat diubah-ubah ukurannya. Membuat array dinamis, diperlukan dua langkah deklarasi sebelum array tersebut dapat benar-benar dipakai. Pertama, dideklarasikan dengan diakhiri kurung buka dan kurung tutup. Lalu dengan perintah ReDim, ditentukan berapa banyak data yang dapat disimpan. Contoh:

Dim NamaSiswa()  AS String

……..

Sub Main()

‘mcngatur ukuran array

ReDim NamaSiswa(6) AS String

…..

End Sub

VB, mengasumsikan bahwa indeks awal dari suatu array adalah 0. Tapi Anda dapat mcngatur indeks terbawah dari array ini pada saat deklarasi. Misalnya untuk mengatur agar indeks dari array NamaPresiden dimulai dari 1 hingga 7, maka perintah yang digunakan:

ReDim NamaSiswa( l  To  6) AS String

Sayangnya, jika Anda melakukan perintah ReDim ketika array telah berisi data, maka data tersebut akan menjadi hilang (karena array dikosongkan). Agar data lidak menjadi hilang, Anda dapat menggunakan perintah ReDim Preserve. Misalnya:

ReDim Preserve NamaSiswa (100) AS String

Penggunaan perintah ReDim Preserve ini hanya dapat mengubah batas atasnya saja. Sedangkan batas bawah tidak dapat diubah. Jika perubahan batas atas lebih kecil dari aslinya, maka data yang ada pada batas atas sebelumnya akan dihapus. Untuk mendapatkan batas atas dan batas bawah suatu array, Anda dapat menggunakan perintah LBound dan. UBound. Misalnya:

menghasilkan 4 menghasilkan 30

Dim NamaSiswa(4 TO 30) AS String

PRINT Lbound(NamaSiswa)

PRINT UBound(NamaSiswa)

Jenis tipe data variant pada VB, dapat digunakan untuk menyimpan data dalam bentuk array. Contohnya:

Dim BilPrima As Variant

BilPrima = Array(2, 3,5, 7, 11. 13, 17, 19)

Print LBound(BilPrima)      ‘menghasilkan 0

Print UBound(BilPrima)      ‘menghasilkan 7

Anda juga dapat mengopi isi array ke array yang lain, semudah melakukannya pada variabel biasa.

Dim BilPrima As Variant

Dim x As Variant

BilPrima = Array{2, 3, 5, 7,  11, 13, 17, 19)

x = BilPrima          ‘ x menjadi  variabel  array

Print (x(2))            ‘ menghasilkan  5

D. Perintah Pengambilan Keputusan

Dalam penyusunan sebuah prorgam komputer, tidak dapat dilepaskan dari pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan ini dilakukan berdasarkan suatu kondisi. Misalnya keputusan untuk memberi potongan harga sebesar 10%, didasarkan pada kondisi total pembelian lebih dari 100 ribu. Keputusan untuk memberi bonus berupa ballpoint, didasarkan pada total pembelian di atas 200 ribu, dan sebagainya!

Pada VB, konsep pengambilan keputusan ini dilakukan dengan menggunakan perintah IF-THEN, dan SELECT CASE.

  1. Perintah IF-THEN ( Percabangan Tunggal )

Percabangan If berguna untuk menilai dua atau beberapa keadaan sekaligus

Perintah ini digunakan untuk melakukan penyeleksian kondisi dari suatu ekspresi. Bentuk umum dari perintah ini adalah :

IF <ekspresi> THEN perintahl

Atau:

IF <ekspresi> THEN perintahl ELSE perintah2

Apabila ekspresi atau kondisi yang diuji benar, maka program akan mengeksekusi perintah sesudah THEN, tapi jika kondisi salah, perintah sesudah ELSE yang akan dijalankan. Perintah IF di atas merupakan perintah IF tunggal. Selain IF tunggal, VB juga mengenal blok IF. Format penulisannya:

IF <ekspresi>- THEN

perintahl

perintah2

…….

ELSE

perintah3

perintah4

……..

Endif

Pada blok IF, jika ekspresi atau kondisi yang diuji bernilai benar, maka yang dijalankan adalah semua perintah sesudah THEN, dan sebelum ELSE. Jika ekspresi yang diuji bernilai salah, maka perintah yang dijalankan adalah semua perintah sesudah ELSE, dan sebelum END IF.

Contoh penggunaan perintah IF-THEN dalam program:

Private Sub Text1_Change()

If Text1.Text = “7” Then

Label2.Caption = “Tepat, anda benar”

Else

Label2.Caption = “Angka anda salah, ulangi”

End If

End Sub

2. Percabangan If Bersarang

Anda bisa membuat pasangan If … Then lain di dalam pasangan If … Then yang telah ada. Hal ini disebut if besarang atau if bertingkat

2. Perintah SELECT-CASE

Sama dengan perintah IF-THEN, perintah SELECT-CASE juga digunakan untuk melakukan suatu penyeleksian. Namun perintah SELECT.- CASE lebih spesifik digunakan, untuk melakukan penyeleksian lebih dari satu kondisi.

Bcntuk umum dari perintah ini adalah:

SELECT CASE  <ekspresi>

[CASE nilai  1]

[perintah 1]

[perintah 2]

[CASE nilai 2]

[perintah 3]

[perintah 4]

Case Else

[ Perintah n ]

End Select

Ekspresi adalah ekspresi yang hendak diuji. Jika ekspresi sesuai dengan nilai 1, maka perintah 1 dan perintah 2 akan dijalankan. Jika tidak sesuai, maka akan diuji untuk nilai 2, dan seterusnya. Perintah pada CASE ELSE akan dieksekusi, apabila semua nilai tidak sesuai dengan ekspresi.

Contoh penggunaan SELECT CASE dalam program:

Private Sub Form_Load()

Dim pilihan As String

End Sub

Private Sub Text1_Change()

pilihan = Text1.Text

Select Case pilihan

Case 0

Label2.Caption = “nol”

Case 1

Label2.Caption = “satu”

Case 2

Label2.Caption = “dua”

Case 3

Label2.Caption = “tiga”

Case 4

Label2.Caption = “empat”

Case Else

Label2.Caption = “Saya tidak tau”

End Select

End Sub

D. Perulangan Perintah

Dalam sebuah aplikasi, banyak hal yang harus dilakukan lewat perulangan perintah. Misalnya membaca data dari data pertama sampai data terakhir, melakukan pencarian data tertentu, memberikan nomor urut dari 1 sampai 100, dan sebagainya. Pada VB, perulangan perintah dibedakan menjadi dua bagian, yaitu perulangan terhitung, dan perulangan tak terhitung.

Perulangan terhitung adalah perulangan yang nilai awal, dan nilai akhirnya sudah pasti. Pada perulangan jenis ini, sudah dapat ditentukan berapa kali perulangan yang dilakukan. Misalnya Anda ingin mencetak faktur nomer 1231 sebanyak 5 lembar, Anda ingin mencetak laporan penjualan dari tanggal 4 sampai tanggal 20. Perulangan terhitung ini dilakukan dengan menggunakan perintah FOR-NEXT.

Perulangan tak terhitung adalah perulangan yang tidak dapat dipastikan jumlah pengulangan yang dilakukan. Perulangan yang dilakukan, tergantung dari kondisi

tertentu. Misalnya Anda meng-enfry data penjualan sampai tidak ada pembeli lagi (Anda tidak dapat memastikan ada berapa pembeli nan ini), atau Anda ingin menotal omzet penjualan sampai jam 6 sore. Perulangan tak terhitung ini, dilakukan dengan menggunakan perintah DO-LOOP atau WHILE-WEND.

  1. Perintah FOR-NEXT

Bentuk umum dari perintah ini adalah:

FOR var = awal  TO akhir  [STEP n] [peftntah 1]

[perintah 2]

NEXT var

di mana:

var adalah nama variabel numerik.

awal adalah nilai awal, atau batas bawah dari var.

akhir adalah nilai akhir atau batas akhir dari var.

n adalah banyaknya lompatan var, setiap bertemu perintah next. Jika tidak
dituliskan, maka STEP 1

Perintah yang diulangi adalah perintah yang ada di bawah FOR, dan di atas NEXT. Catatan:

FOR harus berpasangan dengan NEXT.

Var harus berupa variabel dengan jenis numerik.

Awal berupa angka, menunjukkan nilai var pada saat proses pengulangan kali
pertama.

n (pada step) berupa angka, setiap proses pengulangan dikerjakan, var berubah
nilainya sebesar s.

Perintah-perintah yang terletak antara FOR-NEXT diulang, selama harga var
masih dalam batas awal dan akhir. Setiap kali pengulangan harga var akan
berubah sebesar n. Jika harga var sudah melebihi akhir, maka proses
pengulangan dihentikan, dan program mengeksekusi perintah di bawah NEXT.
Apabik dalam sebuah FOR – NEXT ada perintah FOR – NEXT lagi, maka akan
dikerjakan urut dari yang terdalam (disebut NESTED FOR – NEXT atau
NESTED LOOP).

Contoh

Program FOR-NEXT 1:

Private Sub Command1_Click()

Cls

Static I As Integer

For I = 1 To 9

Print “UDINUS”

Next I

End Sub

Private Sub Command1_Click()

For x = 1 To 5

kali = 5 * x

Debug.Print ”5 Kali”; x; ”=”: kali

Next x

End Sub

  1. Perintah WHILE – WEND

Perintah perulangan selama kondisi masih bernilai benar

WHILE <kondisi>

perintahl

perintah2

perintah3

WEND

WHILE harus berpasangan dengan WEND.

Kondisi berupa ungkapan numerik, string, hubungan dan logika, dan bila

nilainya salah akan menyebabkan proses pengulangan dihentikan.

Sepasang WHILE – WEND disebut 1 LOOP, bila dalam 1 WHILE -WEND

terdapat sebuah WHILE – WEND yang lain, maka disebut NESTED WHILE –

WEND.

Contoh program

Private Sub Form_Load()

i = 20

While i <= 30

Debug.Print   i;

i = i + 5

Wend

End Sub

  1. Perintah DO – LOOP

Perintah DO – LOOP hampir sama dengan perintah WHILE – WEND. Bedanya, jika pada WHILE – WEND perulangan dilakukan selama kondisi pada WHILE benar, sedangkan pada DO – LOOP perulangan dilakukan selama kondisi pada LOOP salah.

Syntax

DO

– perintahl

– perintah2

LOOP UNTIL <kondisi>

Selama kondisi masih salah, maka perintahl, perintah2 akan dijalankan, hingga kondisi bernilai benar.

Contoh Program

Private Sub Form_Load()

i = 20

Do

Print I;

I=i+1

Loop until >=35

  1. Prosedur di VB

Prosedur adalah bagian dari program yang mempunyai aksi tertentu. Anda bisa membuat sebuah prosedur untuk mencari nilai minimum dalam suatu array, untuk mencari data pada tertentu dalam sebuah tabel, untuk menyimpan data ke dalam tabel, dan sebagainya.

Ada dua macam prosedur yang dikenal oleh VB, yaitu Subrutin dan Function. Subrutin hanya melakukan aksi tertentu, tanpa mengembalikan nilai, sedangkan function, selain melakukan aksi tertentu, juga mengembalikan sebuah nilai.

Keduanya, baik subrutin maupun function dapat diberikan argumen (parameter).

Format penulisan sebuah Function di VB adalah: [Private |  Public]   [Static]

Function name [(arglist)]  [As type]

[dekiarasi variabel]

[perintah]

[perintah]

……

name = nilai

End Function

Seperti halnya deldarasi variabel, penambahan kata Public pada awal, menunjukkan bahwa fungsi tersebut dapat dipanggil dari bagian program manapun. Sedangkan kata Private, menunjukkan bahwa fungsi tersebut dikenal hanya pada form, atau

modul di mana fungsi tersebut berada.

Contoh sebuah fungsi:

Public Function YesNofteks As string)  As Boolean

If MsgBox(teks,  vbGKCancel,  “Question”)  = vbOK Then

YesNo = True

Else

YesNo = False

End If

End Function

Fungsi di atas merupakan fungsi Public yang dapat diakses di seluruh program. Nama dari fungsinya adalah YesNo, yang mempunyai sebuah parameter bernama teks dengan tipe string. Aksi yang dilakukan adalah menampilkan sebuah MsgBox, dengan pilihan button Ok dan Cancel. Nilai yang dikembalikan adalah boolean, yaitu bernilai TRUE apabila user mengklik button Ok, dan bernilai FALSE jika user mengklik button Cancel.

Cara penggunaan dalam program:

If YesNo(Array(“Simpan Data?”)) Then        .

‘proses penyimpanan

Else

‘batal

End If